- BPBD Sumsel mencatat 909 kejadian karhutla yang berdampak pada 664,87 hektare lahan hingga 8 Agustus 2026.
- Sebanyak 5.967 titik panas terdeteksi sepanjang tahun ini, dengan wilayah Ogan Komering Ilir mencatatkan jumlah terbanyak.
- BPBD Sumsel bersama Danrem 044/Garuda Dempo melakukan patroli udara serta operasi modifikasi cuaca untuk menanggulangi karhutla.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus menjadi perhatian memasuki puncak musim kemarau 2026.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menunjukkan 909 kejadian karhutla tercatat sepanjang 2026 hingga 8 Agustus.
Dari kejadian tersebut, indikasi luas lahan yang terdampak karhutla mencapai 664,87 hektare.
Data itu tercantum dalam infografis Situasi Karhutla Sumatera Selatan yang dirilis BPBD Sumsel pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan pembaruan pukul 09.30 WIB.
Selain jumlah kejadian, ancaman kebakaran juga terlihat dari tingginya jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan.
241 Hotspot Terdeteksi dalam Sehari
BPBD Sumsel mencatat terdapat 241 titik hotspot yang terdeteksi di Sumatera Selatan berdasarkan pemantauan terbaru. BPBD mengingatkan data hotspot tersebut merupakan peringatan bersama karena sebagian besar wilayah Sumsel masih memiliki potensi kemudahan terjadinya kebakaran pada kategori very high atau sangat tinggi.
Jika dilihat berdasarkan tren hotspot bulanan, jumlah titik panas di Sumsel juga menunjukkan peningkatan tajam memasuki periode kemarau.
Total hotspot yang terdeteksi sepanjang Januari hingga 8 Agustus 2026 mencapai 5.967 titik.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
Lonjakan tertinggi terlihat pada Juli 2026 dengan sekitar 2.846 hotspot, sebelum pada Agustus tercatat kembali lebih dari seribu titik berdasarkan data dalam infografis BPBD Sumsel.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya muncul dari jumlah kejadian kebakaran yang sudah tercatat, tetapi juga dari luasnya indikasi titik panas yang terpantau.
Sebaran hotspot juga tidak merata di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Dalam data hotspot harian BPBD Sumsel, Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 79 titik.
Selanjutnya terdapat Musi Banyuasin sebanyak 30 titik, disusul sejumlah wilayah lain di Sumatera Selatan.
Kondisi ini menjadi perhatian mengingat sejumlah kawasan di Sumsel memiliki bentang lahan gambut dan area yang rentan terbakar ketika kondisi semakin kering.
Menghadapi meningkatnya potensi karhutla, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., bersama Danrem 044/Garuda Dempo melaksanakan patroli udara.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Bom Waktu Lingkungan di Sumsel: 3 Bencana Ekologis yang Mengintai Hingga 2030?
-
Kesehatan Makin Terancam, 3 Perusahaan Penyebab Asap Digugat Warga Sumsel
-
Janji Pj Gubernur Elen Setiadi Atasi Karhutla Sumsel: Butuh Sinergi dan Dukungan
-
Beralih ke Musim Kemarau, Belasan Titik Panas Hanguskan Lahan di Sumsel
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?
-
Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?
-
Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?
-
Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI