- Seorang wanita bernama Yuniarti menjadi korban pembegalan sepeda motor oleh dua pria bersenjata di Jalan Basuki Rahmat, Palembang.
- Peristiwa kriminal yang terjadi pada pukul 04.00 WIB tersebut menyebabkan korban kehilangan kendaraan serta mengalami trauma mendalam.
- Pihak kepolisian telah menerima laporan dan melakukan penyelidikan berdasarkan bukti rekaman CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku pembegalan.
SuaraSumsel.id - Pukul 04.00 WIB seharusnya menjadi akhir dari hari panjang yang melelahkan bagi Yuniarti Ardillah (23). Setelah menyelesaikan pekerjaannya, perempuan muda itu hanya ingin segera tiba di rumah untuk beristirahat. Namun perjalanan pulang yang biasanya ia lalui berubah menjadi mimpi buruk yang tak mudah dilupakan.
Di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning, Palembang, Yuniarti menjadi korban aksi begal yang diduga dilakukan dua pria bersenjata. Dalam hitungan menit, sepeda motor yang menjadi penunjang aktivitas sehari-harinya raib dibawa kabur pelaku.
Lebih dari sekadar kehilangan kendaraan, peristiwa itu meninggalkan trauma yang masih membekas hingga kini.
Saat itu kondisi jalan belum ramai. Sebagian besar warga masih terlelap, sementara Yuniarti berusaha menyelesaikan perjalanan pulangnya setelah bekerja hingga dini hari.
Tanpa diduga, dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekatinya. Salah seorang pelaku kemudian menghentikan laju kendaraannya dan mengancam korban menggunakan benda yang diduga senjata api.
Dalam kondisi panik dan sendirian, Yuniarti tak memiliki banyak pilihan. Ancaman penembakan itu membuat Yuniarti tak berani melakukan perlawanan. Ia hanya bisa pasrah saat pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy miliknya.
Bagi sebagian orang, kehilangan kendaraan mungkin hanya soal kerugian materi. Namun bagi pekerja seperti Yuniarti, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi.
Motor itu menjadi teman setia yang setiap hari mengantarnya bekerja, pulang larut malam, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.
Kini, selain harus memikirkan kerugian yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah, ia juga dihadapkan pada rasa takut yang terus menghantui setiap kali harus melintasi jalanan pada malam atau dini hari.
Baca Juga: Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?
Peristiwa yang dialami Yuniarti kembali membuka persoalan yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak pekerja, terutama perempuan yang harus bekerja dengan sistem shift atau pulang saat kondisi jalan masih sepi.
Mereka bukan hanya berjuang mencari nafkah, tetapi juga menghadapi risiko keamanan yang tidak kecil dalam perjalanan menuju rumah.
Kasus ini pun memicu perhatian publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku beredar di media sosial. Dalam video tersebut, pelaku terlihat bergerak cepat menghampiri korban sebelum melarikan diri membawa sepeda motor hasil rampasan.
Warganet ramai-ramai menyuarakan keprihatinan sekaligus mempertanyakan keamanan sejumlah ruas jalan di Palembang yang masih rawan tindak kejahatan pada jam-jam tertentu.
Sementara itu, pihak kepolisian telah menerima laporan korban dan mulai melakukan penyelidikan. Sejumlah rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian juga telah dikumpulkan untuk membantu mengidentifikasi pelaku.
Kapolsek Kemuning AKP Iklil Alanuari membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam aksi tersebut.
Berita Terkait
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?
-
Begal Bersenjata Kembali Hantui Palembang, Perempuan Pulang Kerja Jadi Korban, Motor Raib
-
Setelah Jakarta, Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' Bakal Digelar di Palembang Senin Besok
-
Ternyata Budaya Kopi Palembang Dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?