- Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu penyesuaian tarif travel antarkota di wilayah Sumatera Selatan sejak Sabtu.
- Operator travel menaikkan ongkos perjalanan dari Pagaralam menuju berbagai kota seperti Palembang guna menutupi biaya operasional yang membengkak.
- Meskipun tarif perjalanan meningkat, permintaan jasa travel untuk berbagai keperluan tetap stabil dan berjalan normal bagi masyarakat umum.
SuaraSumsel.id - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak pada tarif travel antarkota di Sumatera Selatan. Sejumlah operator travel melakukan penyesuaian tarif setelah harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Berdasarkan daftar tarif terbaru yang beredar, ongkos travel dari wilayah Pagaralam dan sekitarnya menuju sejumlah kota mengalami kenaikan. Tarif menuju Lahat kini Rp80 ribu, Muara Enim Rp150 ribu, Prabumulih Rp180 ribu, Palembang Rp230 ribu, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mencapai Rp280 ribu.
Pengelola Travel TJ Sakti, Joni, mengatakan penyesuaian tarif dilakukan karena biaya operasional kendaraan meningkat cukup signifikan setelah kenaikan harga BBM.
"Kenaikan tarif tidak bisa dihindari karena biaya bahan bakar menjadi komponen terbesar dalam operasional travel. Kami juga berusaha agar penyesuaian tidak terlalu memberatkan penumpang," kata Joni, Sabtu (13/6/2026).
Menurut dia, selain BBM, biaya perawatan kendaraan dan suku cadang juga mengalami kenaikan sehingga memengaruhi biaya perjalanan antarkota.
Meski tarif naik, Joni mengaku permintaan perjalanan menuju Palembang masih cukup tinggi. Sebagian besar penumpang menggunakan jasa travel untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga perjalanan ke bandara.
"Rute Palembang dan Bandara SMB II masih menjadi tujuan favorit penumpang dari Pagaralam dan sekitarnya. Sampai saat ini perjalanan tetap berjalan normal," ujarnya.
Kenaikan harga Pertamax sendiri dilakukan Pertamina setelah menyesuaikan perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar energi global. Dampaknya kini mulai dirasakan berbagai sektor, termasuk transportasi darat yang banyak bergantung pada BBM nonsubsidi.
Bagi masyarakat yang rutin bepergian antarkota, kenaikan ongkos travel menjadi tambahan biaya yang harus diperhitungkan. Namun sebagian penumpang menilai penyesuaian tarif masih dapat dimaklumi selama layanan dan keselamatan perjalanan tetap terjaga.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
Dengan harga Pertamax yang masih berada di level tinggi, pelaku usaha transportasi berharap kondisi pasar segera stabil agar tarif perjalanan tidak kembali mengalami penyesuaian dalam waktu dekat.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang
-
Harga BBM di Palembang Tembus Rp24 Ribu per Liter, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik
-
Pertamax Langka di Palembang, Warga Bingung dan Desak Kepastian dari Pertamina
-
Konsumsi Pertamax di Sumsel Meningkat 11 Persen, Pertamina Ungkap Penyebabnya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?