- PT Bukit Asam menetapkan hilirisasi batu bara sebagai prioritas strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah transisi energi global.
- RUPST pada 11 Juni 2026 menegaskan komitmen PTBA mengolah batu bara menjadi produk bernilai tambah guna memperkuat ekonomi nasional.
- Proyek hilirisasi di Tanjung Enim berpotensi meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Pergantian Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 tak hanya membawa perubahan pada jajaran manajemen perusahaan. Di balik itu, terdapat satu agenda besar yang kembali ditegaskan sebagai prioritas perusahaan, yakni hilirisasi batu bara.
Istilah hilirisasi batu bara belakangan semakin sering terdengar, terutama setelah pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan tambang pelat merah untuk tidak hanya menjual batu bara mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
Bagi sebagian masyarakat, istilah tersebut mungkin masih terdengar asing. Padahal, hilirisasi menjadi salah satu strategi yang diyakini dapat menjaga keberlanjutan industri batu bara Indonesia di tengah tren transisi energi global.
Apa Itu Hilirisasi Batu Bara?
Secara sederhana, hilirisasi batu bara adalah proses mengolah batu bara menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding menjualnya dalam bentuk bahan mentah.
Jika selama ini batu bara umumnya dijual untuk kebutuhan pembangkit listrik atau diekspor sebagai komoditas mentah, melalui hilirisasi batu bara dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti gas sintetis, dimethyl ether (DME), bahan baku industri kimia, hingga produk energi lainnya.
Melalui hilirisasi, nilai tambah yang sebelumnya dinikmati negara lain diharapkan dapat tercipta di dalam negeri.
Mengapa Hilirisasi Menjadi Penting?
Dalam beberapa tahun terakhir, industri batu bara menghadapi tantangan besar akibat perubahan kebijakan energi di berbagai negara.
Baca Juga: Siapa Bambang Ismawan? Dirut Baru PT Bukit Asam yang Ditunjuk Lewat RUPST 2026
Banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap batu bara demi menekan emisi karbon dan mempercepat penggunaan energi terbarukan.
Kondisi ini membuat perusahaan tambang harus mencari cara agar tetap kompetitif di masa depan.
Karena itu, hilirisasi dinilai sebagai salah satu solusi untuk memperpanjang rantai bisnis batu bara sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
Selain menciptakan produk baru, hilirisasi juga berpotensi membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.
Jadi Prioritas PT Bukit Asam
Komitmen tersebut kembali ditegaskan PT Bukit Asam dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar pada 11 Juni 2026.
Berita Terkait
-
Siapa Bambang Ismawan? Dirut Baru PT Bukit Asam yang Ditunjuk Lewat RUPST 2026
-
RUPST PTBA 2026: Hilirisasi Batu Bara dan Penguatan Bisnis Jadi Prioritas Perseroan
-
BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Bukan Ganti Pejabat, Ini Prioritas Pertama Sumarni Usai Gantikan Edison di Muara Enim
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?