- Musim kemarau 2026 menyebabkan luas kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan melonjak hingga mencapai 664 hektare.
- Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Ilir menjadi dua wilayah dengan luasan karhutla terbesar serta paling rawan terbakar.
- Pemerintah bersama berbagai instansi memperkuat patroli, pemadaman, dan pengawasan intensif untuk mencegah perluasan dampak kebakaran lahan.
SuaraSumsel.id - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus bertambah sepanjang musim kemarau 2026. Berdasarkan hasil analisis citra satelit, total lahan yang terbakar kini mencapai 664 hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan data pertengahan Juni lalu yang masih berkisar 305 hektare.
Di tengah peningkatan tersebut, perhatian tertuju pada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Ogan Ilir, yang kembali menjadi dua wilayah dengan luasan karhutla terbesar di Sumatera Selatan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mengapa dua daerah tersebut terus menjadi titik rawan kebakaran?
Data Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera menunjukkan sebaran karhutla memang meluas seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Pemerintah bersama BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus memperkuat patroli serta pemadaman untuk mencegah api meluas.
Wilayah Musi Banyuasin sejak awal 2026 sudah berulang kali masuk dalam daftar daerah dengan luasan maupun jumlah kejadian karhutla yang tinggi. Sebelumnya, BPBD Sumsel juga mencatat Muba menjadi salah satu kabupaten dengan frekuensi kejadian terbanyak, terutama di Kecamatan Sungai Keruh, Batang Hari Leko, dan Sekayu.
Sementara itu, Ogan Ilir juga konsisten masuk dalam wilayah dengan luas lahan terbakar yang tinggi. Pada pemantauan sebelumnya, daerah ini telah mencatat puluhan hektare lahan terbakar dan terus menjadi fokus pengawasan menjelang puncak kemarau.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Kristanto menjelaskan bahwa data luasan karhutla diperoleh melalui analisis citra satelit dan masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi lapangan. Luasan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, dengan karakteristik kebakaran yang didominasi lahan mineral, sementara sebagian kecil terjadi di lahan gambut.
Selain faktor cuaca yang semakin kering, pemerintah terus meningkatkan langkah antisipasi melalui patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), sosialisasi kepada masyarakat, hingga penyiagaan personel dan peralatan pemadam di wilayah yang dinilai paling rawan.
Peningkatan luas karhutla dalam waktu singkat menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan masih belum mereda. Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, Muba dan Ogan Ilir diprediksi tetap menjadi wilayah yang memerlukan pengawasan paling intensif agar kebakaran tidak meluas dan memicu dampak asap ke daerah lain.
Baca Juga: Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
Tag
Berita Terkait
-
Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Mengapa Mafia BBM di Sumsel Tak Kunjung Habis? Polisi Bongkar 96 Kasus dalam 7 Bulan
-
Tak Sekadar Modal, OJK dan Pemprov Sumsel Siapkan Jalan 100.000 Sultan Muda Tembus Pasar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap