- Bambang Ismawan resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk melalui RUPST pada 11 Juni 2026.
- Penunjukan mantan petinggi TNI tersebut menggantikan Arsal Ismail untuk memperkuat tata kelola perusahaan di industri tambang.
- Kepemimpinan baru fokus mempercepat proyek hilirisasi dan diversifikasi bisnis guna menghadapi tantangan transisi energi global saat ini.
SuaraSumsel.id - Nama Bambang Ismawan mendadak menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 11 Juni 2026.
Penunjukan Bambang Ismawan sekaligus mengakhiri masa jabatan Arsal Ismail sebagai nahkoda perusahaan tambang batu bara pelat merah yang menjadi salah satu anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Pergantian pucuk pimpinan PTBA langsung menjadi perhatian publik, terutama di Sumatera Selatan yang selama ini menjadi basis operasional utama perusahaan tersebut.
Dari Jenderal TNI hingga Puncak PT Bukit Asam
Bambang Ismawan bukan nama baru di lingkungan PTBA. Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama, ia menjabat Komisaris Utama PTBA sejak 2025. Kini, melalui keputusan RUPST 2026, Bambang dipercaya memimpin perusahaan menggantikan Arsal Ismail.
Sebelum masuk ke dunia korporasi, Bambang dikenal sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988 dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI periode 2023–2024.
Pengalaman panjang di dunia militer menjadi salah satu modal yang dinilai mampu memperkuat tata kelola dan kepemimpinan perusahaan di tengah tantangan industri pertambangan yang semakin dinamis.
Pergantian Direktur Utama terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri batu bara nasional, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, transisi energi, hingga tuntutan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan hasil RUPST mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan keberlanjutan usaha.
Baca Juga: RUPST PTBA 2026: Hilirisasi Batu Bara dan Penguatan Bisnis Jadi Prioritas Perseroan
"Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan," kata Eko dalam keterangan resmi perusahaan.
Menurut Eko, PTBA juga terus mendorong penguatan struktur bisnis dan tata kelola perusahaan agar tetap kompetitif di tengah perubahan lanskap energi global.
Fokus Hilirisasi dan Diversifikasi
Penunjukan Bambang Ismawan terjadi saat PTBA tengah mempercepat berbagai proyek hilirisasi batu bara dan diversifikasi usaha.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah tren transisi energi yang mulai mengurangi ketergantungan terhadap batu bara sebagai sumber energi utama.
Sebagai perusahaan tambang terbesar yang beroperasi di Sumatera Selatan, kebijakan dan arah bisnis PTBA memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Muara Enim yang menjadi salah satu wilayah operasi utama perusahaan.
Susunan Direksi PTBA Terbaru
Berita Terkait
-
RUPST PTBA 2026: Hilirisasi Batu Bara dan Penguatan Bisnis Jadi Prioritas Perseroan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Ketua Umum Periska PTBA Turun ke Dapur UMKM Lampung, Pastikan Program Pemberdayaan Tepat Sasaran
-
PTBA Dampingi Petani Kopi Sawahlunto, Panen Meningkat dan Nilai Tambah Terbuka
-
PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap