- Polres Musi Banyuasin menetapkan tiga petani Desa Sidomulyo sebagai tersangka kasus dugaan pencurian hasil kebun pada 9 Juni 2026.
- KPA Sumatera Selatan menilai penetapan tersangka merupakan bentuk kriminalisasi terhadap petani yang memperjuangkan hak atas lahan kelola.
- Konflik agraria di Desa Sidomulyo dipicu sengketa lahan antara warga pengelola lama dengan pihak lain sejak akhir 2024.
"Konflik agraria tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan pidana. Yang harus dicari terlebih dahulu adalah penyelesaian konflik tanahnya. Jika akar masalah tidak diselesaikan, maka konflik seperti ini akan terus berulang," katanya.
Ia juga menyoroti komitmen Komisi III DPR RI yang sebelumnya menerima aspirasi KPA terkait praktik kriminalisasi dalam konflik agraria. Namun, menurutnya, penetapan tersangka terhadap petani justru menunjukkan persoalan tersebut masih terjadi.
Lahan Masih Menjadi Objek Sengketa
KPA Sumsel menyebut hingga kini konflik lahan di Desa Sidomulyo masih berlangsung. Organisasi itu mengklaim lahan yang menjadi objek sengketa telah dikuasai masyarakat secara fisik selama puluhan tahun dan menjadi sumber utama penghidupan warga.
Karena itu, KPA mendesak aparat penegak hukum untuk melihat kasus tersebut secara menyeluruh dan tidak hanya dari aspek pidana semata. "Negara harus hadir menyelesaikan konflik agraria secara adil. Jangan sampai petani yang memperjuangkan ruang hidupnya justru menjadi pihak yang dikriminalisasi," kata Dewa.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Suara.com masih mengupayakan konfirmasi pada pihak Polres Musi Banyuasin terkait alasan penetapan tersangka terhadap ketiga petani tersebut maupun perkembangan terbaru proses penyidikan yang sedang berjalan.
Berita Terkait
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK
-
Aksi Diam Hari Perempuan Sedunia di Palembang Soroti Konflik Agraria dan Perampasan Lahan
-
Fakta-Fakta Penembakan Lima Petani di Pino Raya: Konflik Lahan Berujung Luka Berat
-
Hari Tani di Sumsel: Konflik Agraria Berkepanjangan, Petani Desak Reforma Agraria Sejati
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi
-
Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah