- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Muara Enim, Edison, di Sumatera Selatan dan Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.
- Sebanyak sepuluh orang, terdiri dari lima pejabat daerah dan lima pihak swasta, sedang menjalani pemeriksaan intensif di Jakarta.
- KPK belum merinci konstruksi perkara hukum yang menyebabkan penangkapan Bupati Edison serta sejumlah pihak dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
SuaraSumsel.id - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Muara Enim Edison ternyata lebih dulu menyasar pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Fakta ini menjadi sorotan karena banyak pihak awalnya mengira operasi antirasuah tersebut langsung mengarah kepada orang nomor satu di Kabupaten Muara Enim.
Informasi yang dihimpun menunjukkan sejumlah pejabat Disdik lebih dahulu diamankan sebelum KPK membawa Edison. Edison diamankan setelah memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Setelah itu ia disebut menjalani aktivitas di sebuah balai sebelum akhirnya diamankan tim KPK.
Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Edison bersama Asisten II Setda Muara Enim Rusdi sempat dibawa ke Mapolres Muara Enim ketika penyidik melakukan penggeledahan dan pengumpulan barang bukti.
Siapa Saja yang Diamankan?
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa total terdapat 10 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
Lima orang berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison, sementara lima lainnya berasal dari pihak swasta. Seluruh pihak yang diamankan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Selain Edison dan Rusdi, penyidik juga melakukan penggeledahan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Informasi yang beredar menyebut dua pejabat dari lingkungan Disdikbud telah lebih dahulu diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.
Menunggu Pengumuman Resmi KPK
Hingga Senin malam, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut.
Baca Juga: OTT KPK di Muara Enim, Dugaan Perkara Gratifikasi Menyeret Bupati Edison?
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT dan keterlibatan Edison, namun belum menjelaskan dugaan tindak pidana yang sedang didalami karena tim penindakan masih bekerja mengumpulkan alat bukti.
Karena itu, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada siapa yang diamankan.
Masyarakat juga menunggu jawaban atas pertanyaan yang lebih besar: perkara apa yang sedang dibongkar KPK hingga menyeret kepala daerah yang beberapa bulan lalu masih mengingatkan bawahannya untuk menjauhi pelanggaran hukum.
Pernah Bicara Soal Pentingnya Menjauhi Pelanggaran Hukum
Yang menarik, nama Edison sebelumnya muncul dalam pemberitaan ketika menanggapi OTT terhadap anggota DPRD Muara Enim pada Februari 2026.
Saat itu Edison menyatakan prihatin atas kasus hukum yang menjerat anggota legislatif tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus menghormati proses hukum yang berjalan dan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran agar tidak melakukan perbuatan tercela. Edison bahkan menyebut akan mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar taat terhadap aturan dan prosedur yang berlaku.
Berita Terkait
-
OTT KPK di Muara Enim, Dugaan Perkara Gratifikasi Menyeret Bupati Edison?
-
Sidang OTT KPK OKU Bongkar Dugaan Fee Rp3,7 Miliar, Ini Alur Uangnya
-
'Capek Lihat Pejabat Ditangkap KPK', Sindiran Tere Liye Soal OTT Gubernur Riau Picu Debat Panas
-
Janji Religius UAS Terungkit Lagi Usai OTT KPK Gubernur Riau, Publik Sorot 16 Komitmen
-
5 Hal Menyentuh dari Pesan UAS Soal Gubernur Riau Terjerat OTT KPK: Semua Sudah Takdir Allah
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?