-
Tere Liye menyindir maraknya kasus korupsi di Riau usai OTT Gubernur Abdul Wahid oleh KPK.
-
Unggahan Tere Liye memicu debat panas dengan Bupati Siak Afni Zulkifli di media sosial.
-
Warganet terbelah antara mendukung sindiran Tere Liye dan membela sikap Bupati Afni.
SuaraSumsel.id - Penulis ternama Tere Liye kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena karya sastranya, melainkan karena unggahan pedasnya di media sosial yang menyinggung kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Unggahan tersebut memicu perdebatan panas di kolom komentar, bahkan melibatkan seorang bupati di Riau yang menanggapi langsung sindiran Tere Liye.
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Tere Liye membagikan tangkapan layar berita OTT itu sambil menulis kalimat bernada kecewa.
“Setiap beberapa tahun, selalu saja ada pejabat Riau yang ditangkap KPK. Capek lihat berita yang sama berulang kali,” tulisnya.
Tulisan itu langsung menyedot perhatian ribuan warganet. Banyak yang menyetujui curahan hati Tere Liye karena merasa lelah dengan kasus korupsi yang terus berulang di daerah tersebut. Namun, tak sedikit pula yang menilai sindiran itu terlalu men-general-kan masyarakat Riau.
Salah satu yang ikut berkomentar adalah Bupati Siak, Afni Zulkifli. Ia menanggapi unggahan itu dengan nada menenangkan, sembari menyampaikan bahwa masyarakat Riau juga turut kecewa dan malu atas kasus tersebut.
“Kami masyarakat Riau juga malu, Bang. Tapi jangan digeneralisasi. Tidak semua rakyat kami seperti itu,” tulis Afni di kolom komentar.
Namun, respons itu justru memantik balasan tajam dari Tere Liye. Penulis novel Rindu tersebut menegaskan bahwa sindirannya bukan ditujukan pada rakyat, melainkan pada pejabat yang berulang kali terjerat kasus korupsi.
“Kalau tidak termasuk yang saya maksud, kenapa perlu menjelaskan panjang lebar?” balas Tere Liye.
Baca Juga: Rayakan HUT ke 68, Bank Sumsel Babel Hadirkan 5 Transformasi Lewat Semangat Change to Accelerate
Adu komentar itu pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet mendukung Tere Liye karena berani menyuarakan kejenuhan publik terhadap kasus korupsi pejabat daerah. Di sisi lain, sebagian netizen memuji langkah Afni yang berani tampil di ruang publik untuk membela citra positif masyarakat Riau.
Kasus OTT Gubernur Riau Abdul Wahid sendiri menambah panjang daftar kepala daerah di Riau yang tersangkut korupsi. Sebelumnya, beberapa pejabat lain juga pernah dijerat KPK dalam kasus serupa di sektor infrastruktur.
Publik pun menilai sindiran Tere Liye menggambarkan rasa frustrasi masyarakat terhadap budaya korupsi yang belum juga hilang dari birokrasi daerah.
Bagi sebagian orang, perdebatan itu mungkin sekadar adu komentar di dunia maya. Namun, bagi banyak warganet lainnya, momen tersebut menjadi cermin kejenuhan rakyat terhadap perilaku pejabat yang seolah tak pernah belajar dari kesalahan.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Kematian Misterius Siswa SMPN 26 Palembang, Polisi Ungkap Pemicunya
-
Janji Religius UAS Terungkit Lagi Usai OTT KPK Gubernur Riau, Publik Sorot 16 Komitmen
-
5 Hal Menyentuh dari Pesan UAS Soal Gubernur Riau Terjerat OTT KPK: Semua Sudah Takdir Allah
-
Perkembangan Baru Kasus Siswi SD di Palembang yang Matanya Lebam, PH: Biarkan Fakta Bicara
-
Viral Pesan UAS Soal Gubernur Riau yang Terjerat OTT KPK: Doa Tulus atau Pembelaan Halus?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bangun untuk Salat Subuh, Motor Sudah Raib; Satu Pelaku Curanmor Babak Belur Diamuk Warga
-
PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan
-
Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan
-
Ratu Dewa Rombak 6 Kepala Dinas Pemkot Palembang, Kadiskominfo Ikut Bergeser
-
Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah