-
KPK mengungkap kode “7 batang” yang digunakan untuk menyamarkan fee Rp7 miliar kepada Gubernur Riau Abdul Wahid.
-
Publik kembali menyoroti 16 komitmen religius Ustaz Abdul Somad yang pernah diajukan saat mendukung Abdul Wahid di Pilkada.
-
Kasus ini memunculkan kekecewaan karena janji dakwah dan nilai moral dinilai gagal dijaga dalam praktik kekuasaan.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid menimbulkan gelombang kekecewaan publik.
Bukan hanya karena besarnya nilai suap yang diungkap, tapi juga karena bayangan moral dan komitmen religius yang dulu pernah dijanjikan bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) saat Pilkada Riau 2024.
Kala itu, UAS menyampaikan 16 poin komitmen dakwah dan pembangunan Islami, yang menjadi syarat dukungan moralnya terhadap Abdul Wahid.
Kini, janji yang sarat nilai akhlak itu kembali mencuat — bersamaan dengan pengungkapan kode korupsi baru bernama “7 batang” yang digunakan untuk menyamarkan uang suap Rp7 miliar.
KPK Ungkap Kode Rahasia “7 Batang”
Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (5/11/2025), Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengungkap detail praktik korupsi di Dinas PUPR PKPP Riau.
“Ada istilah kode 7 batang yang digunakan untuk menyebut jatah fee sebesar Rp7 miliar yang diterima Gubernur Abdul Wahid,” kata Johanis Tanak.
Fee itu dikumpulkan oleh Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau dan sejumlah kepala UPT wilayah I–IV.
Uang berasal dari anggaran proyek jalan dan jembatan tahun 2025, yang awalnya sebesar Rp71,6 miliar lalu dinaikkan menjadi Rp177,4 miliar.
Dari nilai tersebut, 5 persen ditetapkan sebagai setoran wajib bagi Gubernur Riau. Bagi pejabat yang menolak perintah tersebut, ancamannya jelas: mutasi atau pencopotan jabatan.
“Setelah disepakati jumlah 5 persen, Sekdis dan seluruh kepala UPT melapor ke Kadis dengan kode 7 batang,” jelas Tanak.
Publik Kembali Sorot 16 Komitmen Religius UAS
Baca Juga: HUT ke 68 Bank Sumsel Babel, Jajan Cuma Rp68 Pakai QRIS BSB Mobile
Seiring kabar penetapan Abdul Wahid dalam OTT KPK, publik kembali mengunggah ulang dokumen 16 komitmen religius yang pernah dibuat oleh UAS dan Abdul Wahid.
Isinya sarat dengan janji moral, pembangunan keagamaan, dan pesan sosial yang kini terasa ironis.
Berikut 16 komitmen UAS yang kini viral kembali di media sosial:
- Membangun Islamic Center sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dari PAUD hingga Ma’had Aly, sekaligus pusat seni Al-Qur’an.
- Mendirikan Institut Quran Riau sebagai pusat kajian Al-Qur’an internasional di Asia Tenggara.
- Mengirim putra-putri Riau ke universitas ternama di Yaman dan Mesir untuk mempelajari fikih dan Al-Qur’an.
- Mengangkat guru agama dan guru ngaji setara PNS dengan insentif layak.
- Menjaga insentif petugas jenazah, penggali kubur, petugas kebersihan masjid, dan dai di daerah terpencil.
- Memanfaatkan alumni Timur Tengah sebagai tenaga pengajar dan penyuluh agama.
- Mengoptimalkan Masjid Raya Riau untuk pengkajian kitab klasik dan modern serta menjadikannya objek wisata religi.
- Menerapkan kebijakan zakat potong atas untuk pembiayaan program kemaslahatan umat.
- Menertibkan aset wakaf di bawah koordinasi BWI Provinsi Riau.
- Meningkatkan infrastruktur dan SDM pondok pesantren melalui dana APBD.
- Membangun asrama bagi pelajar Riau di luar negeri, khususnya di Mesir.
- Merenovasi masjid dan musala di daerah-daerah terpencil.
- Membina imam masjid agar memahami Al-Qur’an dan sunnah secara mendalam.
- Membina penggiat dakwah untuk memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
- Mengonversi lembaga keuangan konvensional menjadi syariah di lingkup Pemprov Riau.
- Memberikan perhatian pada anak muda agar terhindar dari narkoba dan perilaku menyimpang.
Dari Komitmen Dakwah ke Kasus Fee Proyek
Deretan janji di atas kini menjadi bahan refleksi keras di masyarakat Riau.
Warganet menyebut, 16 poin komitmen tersebut adalah “piagam moral” yang seharusnya menjadi benteng spiritual bagi pemimpin daerah, bukan sekadar simbol kampanye.
“Dulu bicara dakwah dan amanah, sekarang justru bicara fee proyek,” tulis akun @riauupdate di platform instagram.
Tag
Berita Terkait
-
5 Hal Menyentuh dari Pesan UAS Soal Gubernur Riau Terjerat OTT KPK: Semua Sudah Takdir Allah
-
Viral Pesan UAS Soal Gubernur Riau yang Terjerat OTT KPK: Doa Tulus atau Pembelaan Halus?
-
Viral UAS Unggah Kisah Gubernur Riau yang Terjerat OTT KPK: Laut Politik Menghempas!
-
Apa Itu Rokok Elektrik Zombie? Sedang Marak di Riau
-
Terseret OTT Suap Rp5,9 Miliar, Anggota DPRD Perempuan Ini Ajukan Justice Collaborator
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin