- Inflasi tahunan Kota Palembang naik menjadi 2,53 persen pada Mei 2026 akibat lonjakan harga bahan pangan pokok.
- Pemicu kenaikan harga adalah tingginya permintaan menjelang hari besar serta peningkatan biaya distribusi akibat harga minyak dunia.
- Pemerintah Kota Palembang menerapkan strategi 4K dan pasar murah untuk menjaga ketersediaan pangan serta stabilitas ekonomi daerah.
SuaraSumsel.id - Kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan tomat mulai dirasakan masyarakat Palembang dalam beberapa pekan terakhir. Dampaknya kini terlihat pada angka inflasi Kota Palembang yang mengalami kenaikan pada Mei 2026.
Data terbaru yang dirilis Pemerintah Kota Palembang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang menunjukkan tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Mei 2026 mencapai 2,53 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 yang berada di level 1,71 persen.
Kenaikan inflasi ini terutama dipicu oleh melonjaknya harga sejumlah bahan pangan yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Cabai merah, bawang merah, dan tomat tercatat menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap peningkatan inflasi bulan lalu.
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan tingginya permintaan menjelang libur nasional dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga komoditas tersebut.
Selain itu, kondisi global juga ikut memberikan pengaruh terhadap biaya distribusi dan harga pangan. Kenaikan harga minyak mentah dunia sejak awal Maret 2026 menyebabkan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berdampak pada biaya kemasan serta distribusi barang.
"Kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan tomat menjadi penyumbang utama inflasi Mei 2026. Selain faktor permintaan, ada juga dampak dari kenaikan harga minyak dunia yang berpengaruh terhadap biaya distribusi," ujar Isnaini.
Untuk mencegah kenaikan harga semakin membebani masyarakat, Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah pengendalian melalui strategi 4K.
Strategi tersebut meliputi menjaga ketersediaan pasokan, menjaga keterjangkauan harga, memastikan kelancaran distribusi, dan memperkuat komunikasi kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang terus dilakukan adalah memperluas kerja sama antar daerah guna memastikan pasokan pangan tetap tersedia. Selain itu, pasar murah juga kembali disiapkan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Baca Juga: Rumah Anda Mati Lampu Hari Ini? PLN Jadwalkan Pemadaman 4 Jam di Sejumlah Wilayah Palembang
"Kami terus melakukan kerja sama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menggelar pasar murah agar harga tetap terkendali," katanya.
Di tengah tantangan inflasi, sektor pariwisata Palembang justru menunjukkan perkembangan positif. Data BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Palembang masih berada dalam tren yang cukup baik sepanjang awal 2026.
Pada Februari 2026 tercatat sebanyak 493.903 perjalanan wisatawan nusantara ke Palembang. Jumlah itu meningkat menjadi 640.640 perjalanan pada Maret sebelum berada di angka 529.423 perjalanan pada April 2026.
Menurut Isnaini, stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke Kota Palembang.
Karena itu, pengendalian inflasi tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mendukung iklim pariwisata yang lebih kondusif sehingga wisatawan dapat menikmati berbagai destinasi dan kuliner khas Palembang tanpa terbebani lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Pemerintah Kota Palembang berharap sinergi antara BPS, TPID, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dapat terus menjaga stabilitas ekonomi kota di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Tag
Berita Terkait
-
Rumah Anda Mati Lampu Hari Ini? PLN Jadwalkan Pemadaman 4 Jam di Sejumlah Wilayah Palembang
-
Kenapa Sumsel Terasa Lebih Panas? BMKG Ungkap Musim Kemarau Sudah Dimulai dan Risikonya
-
Harga Emas Palembang Awal Juni 2026 Masih Tinggi, Beli Sekarang atau Tunggu Turun Lagi?
-
Foto Pocong Ini Sempat Bikin Warga Palembang Resah, Akhir Ceritanya Tak Disangka
-
Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba Besok di Palembang, Keluarga Diimbau Tak Menjemput ke Asrama Haji
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi