Tasmalinda
Senin, 18 Mei 2026 | 17:11 WIB
Gubernur Herman Deru temui massa aksi yang menggelar aksi bertepatan dengan HUT Sumsel ke-80 tahun
Baca 10 detik
  • Gubernur Herman Deru menemui massa mahasiswa PKC PMII saat aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumsel pada Senin, 18 Mei 2026.
  • Mahasiswa menyampaikan tuntutan terkait transparansi anggaran daerah, perbaikan infrastruktur jalan, serta isu pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat Sumsel.
  • Gubernur menerima aspirasi mahasiswa sebagai bentuk kontrol sosial dan berjanji akan mengkaji tuntutan tersebut sesuai kewenangan pemerintah provinsi.

SuaraSumsel.id - Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel Herman Deru menemui langsung massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (18/5/2026).

Aksi yang dilakukan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumsel itu menjadi perhatian karena berlangsung bertepatan dengan momentum perayaan delapan dekade berdirinya Provinsi Sumsel.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan mulai dari transparansi anggaran, persoalan infrastruktur jalan, hingga pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat.

Berbeda dari banyak aksi demonstrasi yang hanya dijaga aparat keamanan, Herman Deru memilih turun langsung menemui massa dan mendengarkan aspirasi mahasiswa di lokasi aksi.

Mahasiswa Soroti Transparansi Anggaran

Isu transparansi anggaran menjadi tuntutan utama yang disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Massa meminta pemerintah provinsi lebih terbuka terkait penggunaan anggaran daerah, terutama program-program yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah Sumsel yang hingga kini masih dikeluhkan warga.

Tak hanya soal infrastruktur, massa aksi turut menyinggung persoalan pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.

Baca Juga: Polemik Helikopter Herman Deru Mulai Terjawab, DPRD Sumsel Bongkar Fakta Anggaran 'Warisan'?

Di hadapan mahasiswa, Herman Deru menegaskan pemerintah provinsi terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai bagian dari kontrol sosial dalam pembangunan daerah.

“Kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial,” ujar Herman Deru saat berdialog dengan massa aksi.

Ia juga meminta seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa diterima dan dikaji sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib.

Demonstrasi mahasiswa di tengah peringatan HUT ke-80 Sumsel itu langsung menarik perhatian publik. Banyak warga menilai dialog terbuka antara mahasiswa dan pemerintah daerah menjadi ruang penting dalam menyampaikan berbagai persoalan masyarakat.

Load More