- Pemprov Sumatera Selatan menganggarkan dana Rp5,25 miliar untuk merenovasi rumah dinas Griya Agung tahun ini.
- Gubernur Herman Deru menyatakan renovasi bertujuan menghemat pengeluaran anggaran jangka panjang untuk sewa hotel dan gedung.
- Publik menyoroti urgensi proyek tersebut karena dinilai kurang sensitif dibandingkan kebutuhan mendesak masyarakat di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menganggarkan Rp5,25 miliar untuk renovasi Griya Agung menuai sorotan publik.
Di tengah isu efisiensi anggaran dan tuntutan penghematan belanja daerah, angka miliaran rupiah untuk mempercantik rumah dinas gubernur dinilai mengundang tanda tanya.
Namun, Gubernur Sumsel Herman Deru punya penjelasan berbeda.
Ia menegaskan renovasi tersebut bukan sekadar memperindah bangunan, melainkan langkah strategis untuk menekan pengeluaran Pemprov Sumsel dalam jangka panjang.
Menurut Herman Deru, selama ini banyak kegiatan pemerintahan, jamuan tamu daerah, hingga agenda resmi lainnya kerap digelar di hotel atau gedung sewaan yang menyedot biaya tidak sedikit.
Dengan pembenahan Griya Agung, sejumlah agenda itu nantinya bisa dipusatkan di rumah dinas gubernur. “Kalau ada tamu atau kegiatan, kita tidak perlu lagi sewa hotel atau tempat lain. Ini justru bentuk efisiensi,” ujarnya.
Renovasi senilai Rp5,25 miliar itu disebut mencakup perbaikan sejumlah fasilitas utama di Griya Agung.
Mulai dari pembenahan ruang pertemuan, kamar tamu, area penerima tamu, hingga fasilitas penunjang kegiatan resmi lainnya.
Pemprov Sumsel menilai fasilitas yang lebih representatif akan mengurangi ketergantungan pada layanan pihak ketiga.
Baca Juga: Tito, Hatta Rajasa, hingga Aburizal Bakrie Pulang Kampung, Tokoh Perantau Bahas Masa Depan Sumbagsel
Meski begitu, tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan urgensi proyek tersebut.
Pasalnya, di tengah berbagai kebutuhan publik seperti infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan, anggaran miliaran rupiah untuk renovasi rumah dinas dianggap kurang sensitif.
Sorotan publik semakin kuat karena nilai proyeknya tidak kecil.
Angka Rp5,25 miliar dinilai cukup fantastis jika dibandingkan dengan program lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Herman Deru memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan terukur.
Ia optimistis biaya renovasi itu akan terbayar melalui penghematan belanja operasional ke depan. “Kalau dihitung jangka panjang, ini akan jauh lebih hemat,” tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tito, Hatta Rajasa, hingga Aburizal Bakrie Pulang Kampung, Tokoh Perantau Bahas Masa Depan Sumbagsel
-
Forum Sawit Besar Digelar di Palembang, Benarkah Bisa Selamatkan Industri Sumsel?
-
Pelabuhan Tanjung Carat Ditarget 2028, Biaya Logistik Sumsel Berpotensi Turun Drastis
-
Di Balik Kebakaran Muba, Kok Bisa Ada Sumur Minyak Ilegal di Area Perkebunan Hindoli?
-
Kenapa Sumur Minyak Ilegal di Muba Terus Terbakar? Ini Penyebab, Dampak, dan Solusi yang Disiapkan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?