Tasmalinda
Rabu, 29 April 2026 | 07:15 WIB
Gubernur Herman Deru komentari soal renovasi rumah dinas.
Baca 10 detik
  • Pemprov Sumatera Selatan menganggarkan dana Rp5,25 miliar untuk merenovasi rumah dinas Griya Agung tahun ini.
  • Gubernur Herman Deru menyatakan renovasi bertujuan menghemat pengeluaran anggaran jangka panjang untuk sewa hotel dan gedung.
  • Publik menyoroti urgensi proyek tersebut karena dinilai kurang sensitif dibandingkan kebutuhan mendesak masyarakat di Sumatera Selatan.

SuaraSumsel.id - Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menganggarkan Rp5,25 miliar untuk renovasi Griya Agung menuai sorotan publik.

Di tengah isu efisiensi anggaran dan tuntutan penghematan belanja daerah, angka miliaran rupiah untuk mempercantik rumah dinas gubernur dinilai mengundang tanda tanya.

Namun, Gubernur Sumsel Herman Deru punya penjelasan berbeda.

Ia menegaskan renovasi tersebut bukan sekadar memperindah bangunan, melainkan langkah strategis untuk menekan pengeluaran Pemprov Sumsel dalam jangka panjang.

Menurut Herman Deru, selama ini banyak kegiatan pemerintahan, jamuan tamu daerah, hingga agenda resmi lainnya kerap digelar di hotel atau gedung sewaan yang menyedot biaya tidak sedikit.

Dengan pembenahan Griya Agung, sejumlah agenda itu nantinya bisa dipusatkan di rumah dinas gubernur. “Kalau ada tamu atau kegiatan, kita tidak perlu lagi sewa hotel atau tempat lain. Ini justru bentuk efisiensi,” ujarnya.

Renovasi senilai Rp5,25 miliar itu disebut mencakup perbaikan sejumlah fasilitas utama di Griya Agung.

Mulai dari pembenahan ruang pertemuan, kamar tamu, area penerima tamu, hingga fasilitas penunjang kegiatan resmi lainnya.

Pemprov Sumsel menilai fasilitas yang lebih representatif akan mengurangi ketergantungan pada layanan pihak ketiga.

Baca Juga: Tito, Hatta Rajasa, hingga Aburizal Bakrie Pulang Kampung, Tokoh Perantau Bahas Masa Depan Sumbagsel

Meski begitu, tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan urgensi proyek tersebut.

Pasalnya, di tengah berbagai kebutuhan publik seperti infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan, anggaran miliaran rupiah untuk renovasi rumah dinas dianggap kurang sensitif.

Sorotan publik semakin kuat karena nilai proyeknya tidak kecil.

Angka Rp5,25 miliar dinilai cukup fantastis jika dibandingkan dengan program lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Herman Deru memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan terukur.

Ia optimistis biaya renovasi itu akan terbayar melalui penghematan belanja operasional ke depan. “Kalau dihitung jangka panjang, ini akan jauh lebih hemat,” tegasnya.

Load More