- Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 11 jenazah korban kecelakaan Bus ALS di Sumatera Selatan melalui pencocokan DNA.
- Proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Palembang sejak 8 Mei 2026 setelah kecelakaan terjadi di Musi Rawas Utara.
- Sebanyak tiga jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan identitas resmi para korban tersebut.
SuaraSumsel.id - Perlahan namun pasti, proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara mulai menemukan titik terang. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium forensik, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akhirnya berhasil mengungkap identitas 11 jenazah tambahan melalui pencocokan DNA.
Namun di tengah kepastian yang mulai diterima sebagian keluarga korban, masih ada tiga jenazah lain yang hingga kini belum berhasil dikenali dan masih menjalani pemeriksaan lanjutan di laboratorium DNA.
Perkembangan tersebut diumumkan Polda Sumatera Selatan dalam konferensi pers di Palembang, Jumat (15/5/2026). Kecelakaan maut Bus ALS yang terjadi pada 6 Mei 2026 itu menewaskan 19 orang. Sebanyak 17 korban meninggal di lokasi kejadian, sementara dua lainnya meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara M Hasan Palembang.
Sejak 8 Mei 2026, tim gabungan dari Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel bekerja intensif melakukan identifikasi korban melalui metode ilmiah forensik.
Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, menjelaskan proses pemeriksaan DNA dilakukan melalui beberapa tahapan ketat mulai dari ekstraksi hingga pencocokan profil genetik.
“Kami menerima sampel DNA post mortem dan ante mortem untuk dilakukan analisis profil DNA secara menyeluruh mulai dari ekstraksi, kuantifikasi, hingga pencocokan akhir sebelum diterbitkan hasil pemeriksaan resmi,” jelas Sumy Hastry Purwanty.
Tim DVI juga mengungkap proses identifikasi berlangsung cukup rumit karena kondisi korban saat dievakuasi dari lokasi kecelakaan.
Dari total 16 kantong jenazah yang dibawa ke rumah sakit, petugas menemukan adanya bagian tubuh berbeda dalam satu kantong jenazah sehingga total korban yang diperiksa mencapai 17 jenazah.
Kondisi tersebut membuat proses identifikasi membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak terjadi kesalahan pencocokan data dengan pihak keluarga.
Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
“Seluruh pemeriksaan dilakukan sesuai standar ilmiah forensik internasional untuk memastikan akurasi identitas korban,” ujar Sumy.
Hingga Jumat (15/5/2026), total 14 korban telah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 11 di antaranya baru terungkap melalui pemeriksaan DNA terbaru.
Sementara itu, tiga jenazah lainnya masih berada dalam tahap analisis lanjutan di laboratorium DNA guna memastikan identitas resmi sebelum diumumkan kepada keluarga.
Wakapolda Sumsel Rony Samtana mengatakan seluruh proses dilakukan secara profesional dan humanis demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.
“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh proses penanganan korban kecelakaan ini dilakukan dengan standar operasional terbaik, mulai dari evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegasnya.
Di tengah proses identifikasi yang masih berlangsung, keluarga korban terus berdatangan dan berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara Palembang.
Berita Terkait
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?
-
Mulai Berlaku di Palembang, Buang Sampah Sembarangan Bisa Kena Denda Rp500 Ribu
-
Anak Histeris Temukan Ibunya Meninggal di Sukarami Palembang, Polisi: Korban Gantung Diri
-
Kronologi Suami di Pagar Alam Habisi Istri usai Cek Isi HP, Berawal dari Pertengkaran Malam Hari