- Tim DVI Polri menggunakan pemeriksaan sampel DNA tulang untuk mengidentifikasi 18 korban tewas akibat kecelakaan bus ALS di Muratara.
- Proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Palembang melalui pencocokan data antemortem dari keluarga dengan sisa jenazah yang rusak.
- Penyelidikan mendalam kini dilakukan terkait penyebab kecelakaan serta dugaan operasional bus ALS yang tidak memiliki izin sejak 2020.
SuaraSumsel.id - Proses identifikasi korban tragedi bus ALS di Musi Rawas Utara memasuki tahap yang semakin sulit. Setelah beberapa jenazah mengalami kerusakan berat akibat kobaran api, tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri kini mengandalkan pemeriksaan DNA dari sampel tulang untuk mengungkap identitas para korban.
Langkah itu menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan kecelakaan maut bus ALS yang menewaskan 18 orang di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Muratara.
Tim DVI menyebut sebagian besar jenazah mengalami kondisi yang tidak lagi memungkinkan dikenali melalui wajah, sidik jari maupun barang pribadi. Karena itu, proses identifikasi kini difokuskan pada pemeriksaan tulang yang masih memiliki kandungan DNA.
“Kami memilih bagian tulang yang masih merah karena kemungkinan DNA-nya masih ada,” ujar tim DVI dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara Palembang.
Kondisi jenazah yang terbakar hebat membuat proses identifikasi menjadi jauh lebih rumit dibanding kecelakaan biasa. Bahkan metode identifikasi melalui struktur gigi yang lazim dipakai juga mengalami kendala karena sebagian gigi korban rusak akibat suhu panas ekstrem.
Perkembangan terbaru ini membuat perhatian publik kembali tertuju pada tragedi bus ALS yang sejak awal sudah menyita perhatian nasional.
Sebelumnya, tim DVI juga menemukan bagian tubuh tambahan yang diduga milik anak kecil saat proses pemeriksaan korban berlangsung. Temuan itu membuat suasana identifikasi semakin memilukan.
Hingga kini, keluarga korban masih terus berdatangan ke RS Bhayangkara Palembang untuk menyerahkan data antemortem seperti sampel DNA, rekam medis dan informasi ciri-ciri korban.
Petugas menyebut pencocokan data antara keluarga dan korban menjadi langkah penting agar identitas seluruh korban dapat dipastikan dengan tepat.
Baca Juga: Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
Di tengah proses identifikasi yang masih berlangsung, tragedi bus ALS di Muratara juga memunculkan sorotan baru setelah terungkap bus tersebut diduga tetap beroperasi meski izin operasionalnya sudah mati sejak 2020.
Fakta itu memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan kendaraan angkutan umum lintas provinsi yang masih bisa beroperasi meski dokumen izin sudah tidak aktif.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
Selain faktor kendaraan, penyidik juga menelusuri kondisi jalan di Jalinsum Muratara yang sebelumnya disebut memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan.
Tragedi bus ALS ini kini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling menyita perhatian publik di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir, bukan hanya karena jumlah korban, tetapi juga rumitnya proses identifikasi jenazah yang masih terus berlangsung hingga sekarang.
Berita Terkait
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak
-
8 Fakta Terbaru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Lama Jadi Sorotan
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi
-
Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak