- Tim terpadu yang terdiri dari Kemenkes, KKI, dan IDI sedang menyelidiki penyebab kematian dokter muda Myta Aprilia Azmy.
- Investigasi difokuskan pada dugaan beban kerja berlebihan di RSUD KH Daud Arif selama masa tugas internship berlangsung.
- Hasil investigasi tim terpadu akan menentukan tanggung jawab serta evaluasi sistem kerja tenaga medis di masa depan.
SuaraSumsel.id - Kasus meninggalnya dokter muda Myta Aprilia Azmy masih berada dalam tahap penelusuran. Di tengah sorotan publik yang terus menguat, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) masih menunggu hasil investigasi resmi.
Ketua IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menyebut proses penanganan kasus ini tidak dilakukan secara parsial. Sejumlah lembaga dilibatkan dalam satu tim terpadu untuk memastikan seluruh aspek dapat ditelusuri secara menyeluruh. “Kasus ini sedang ditangani tim terpadu. Kami masih menunggu hasil investigasi,” ujarnya kepada Suara.com, Senin (4/5/2026) melalui pesan singkat WhatsApp.
Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Kesehatan RI, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baik di tingkat pusat maupun provinsi. Keterlibatan lintas lembaga ini diharapkan dapat mengurai persoalan dari berbagai sisi, tidak hanya aspek medis, tetapi juga sistem kerja dan pengawasan selama masa internship.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah muncul dugaan bahwa dr Myta mengalami beban kerja berat selama bertugas di RSUD KH Daud Arif. Sejumlah informasi yang beredar menyebut adanya kondisi kelelahan ekstrem, keterbatasan waktu istirahat, hingga penurunan kondisi kesehatan yang terjadi dalam beberapa waktu sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin.
Namun, seluruh temuan tersebut hingga kini masih bersifat dugaan dan menjadi bagian dari materi yang sedang ditelusuri oleh tim investigasi.
Di tengah proses itu, muncul pertanyaan yang perlahan menguat di ruang publik: jika dugaan overwork terbukti, siapa yang harus bertanggung jawab?
Dalam praktiknya, sistem pelayanan kesehatan melibatkan banyak pihak. Penjadwalan kerja, supervisi dokter pembimbing, hingga kebijakan di tingkat fasilitas kesehatan menjadi satu kesatuan yang saling terkait. Karena itu, penentuan tanggung jawab tidak dapat dilakukan secara sederhana.
“Kita tunggu hasilnya. Semua akan menjadi jelas setelah proses ini selesai,” katanya menegaskan.
Kepergian dr Myta, yang sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif, tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai sistem kerja tenaga medis muda di Indonesia.
Baca Juga: 'Sudah Hampir Jadi Dokter', Myta Meninggal Diduga 3 Bulan Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD
Kini, perhatian tertuju pada hasil investigasi tim terpadu. Apakah akan mengarah pada temuan pelanggaran, atau justru memperlihatkan persoalan yang lebih kompleks di balik sistem yang selama ini berjalan.
Jawaban atas pertanyaan itu masih menunggu waktu.
Tag
Berita Terkait
-
'Sudah Hampir Jadi Dokter', Myta Meninggal Diduga 3 Bulan Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD
-
Isak Tangis Pecah di Pemakaman Myta, Dokter Muda Diduga 3 Bulan Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
-
Tinggal 3 Bulan Jadi Dokter, Myta Meninggal Diduga Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
-
Dipaksa Jaga Saat Sesak Napas? Dokter Muda Ini Meninggal, Dugaan Overwork Kini Diselidiki
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan
-
Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim