- Universitas Sriwijaya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya alumni kedokteran Myta Aprilia Azmy saat menjalani program internship nasional.
- Pihak kampus menegaskan bahwa pelaksanaan teknis serta pengaturan beban kerja program internship berada di bawah wewenang Kementerian Kesehatan.
- Tim terpadu saat ini sedang melakukan investigasi objektif untuk menelusuri dugaan beban kerja berlebih terkait meninggalnya dokter tersebut.
SuaraSumsel.id - Universitas Sriwijaya akhirnya angkat bicara terkait meninggalnya dokter muda Myta Aprilia Azmy yang tengah menjalani masa internship.
Melalui Kepala Humas, Nurly Meilinda, pihak kampus menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu alumninya tersebut. Myta disebut sebagai bagian dari lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan melanjutkan pengabdian melalui program internship.
“Universitas Sriwijaya turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya dr Myta Aprilia Azmy, salah satu putri terbaik alumni Universitas Sriwijaya,” ujar Nurly dalam keterangan resminya.
Di balik ucapan duka itu, Unsri juga memberikan penegasan penting yang kini menjadi sorotan. Kampus menyatakan bahwa program internship dokter merupakan program nasional yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan RI, bukan institusi pendidikan.
Menurut Nurly, program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025, sehingga pelaksanaan teknis, termasuk penempatan dan pengaturan beban kerja peserta internship, menjadi tanggung jawab penyelenggara program.
Penjelasan ini muncul di tengah berbagai dugaan yang beredar terkait kondisi kerja yang dialami almarhumah selama menjalani masa internship. Sejumlah informasi menyebut adanya beban kerja berat yang dijalani dalam periode panjang.
Meski demikian, hingga kini seluruh dugaan tersebut masih dalam proses penelusuran oleh tim terpadu yang melibatkan berbagai pihak.
Unsri menegaskan pentingnya penanganan kasus dilakukan secara objektif dan menyeluruh oleh pihak yang berwenang.
“Kami mendorong agar proses penanganan dan penyelesaian kasus ini dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan oleh pihak yang berwenang,” kata Nurly.
Baca Juga: Dokter Dipaksa Kerja Saat Sakit? Kasus Myta Jadi Alarm Serius, IDI Sumsel Buka Suara
Kasus ini sebelumnya juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk organisasi profesi. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sumatera Selatan, Abla Ghanie, dr. Abla Ghanie, Sp.THT-KL, Subsp.Oto(K), FICS, menegaskan bahwa tenaga medis tidak boleh dipaksa bekerja dalam kondisi sakit.
“Tidak boleh ada tenaga medis yang dipaksa bekerja dalam kondisi yang membahayakan dirinya maupun pasien,” ujarnya.
Kasus meninggalnya Myta kini tidak hanya menjadi peristiwa duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan yang lebih luas mengenai sistem pembinaan dan perlindungan dokter muda di Indonesia.
Di tengah sorotan yang terus berkembang, publik menanti hasil investigasi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan atas berbagai dugaan yang muncul.
Tag
Berita Terkait
-
Dokter Dipaksa Kerja Saat Sakit? Kasus Myta Jadi Alarm Serius, IDI Sumsel Buka Suara
-
Kasus Dokter Myta Diselidiki Tim Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Jika Dugaan Overwork Terbukti?
-
'Sudah Hampir Jadi Dokter', Myta Meninggal Diduga 3 Bulan Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD
-
Isak Tangis Pecah di Pemakaman Myta, Dokter Muda Diduga 3 Bulan Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
-
Tinggal 3 Bulan Jadi Dokter, Myta Meninggal Diduga Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan
-
Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim