- Dokter muda Myta Aprilia Azmy meninggal dunia saat menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif pada 2026.
- IKA FK Unsri menduga almarhumah mengalami beban kerja ekstrem selama tiga bulan tanpa libur sebelum meninggal dunia.
- Kementerian Kesehatan RI kini menelusuri sistem supervisi dan beban kerja dokter internship untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.
SuaraSumsel.id - Ada garis akhir yang tinggal beberapa langkah lagi. Bagi Myta Aprilia Azmy, masa internship yang dijalaninya seharusnya berakhir dalam hitungan bulan. Agustus 2026 menjadi target yang semakin dekat, momen ketika ia resmi menyandang profesi dokter sepenuhnya.
Namun, takdir berkata lain. Ia justru menghembuskan napas terakhir di tengah pengabdian, saat masih menjalani tugas di RSUD KH Daud Arif.
Kabar kepergian dokter muda ini langsung mengguncang banyak pihak. Bagi keluarga, Myta bukan hanya anak, tetapi juga harapan yang sedang diwujudkan perlahan.
Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, tenang, dan berdedikasi. Jalan panjang pendidikan kedokteran dijalaninya dengan penuh kesabaran hingga akhirnya tinggal sedikit lagi menuju garis akhir.
Namun perjalanan itu terhenti. Informasi yang beredar menyebutkan, kondisi kesehatan Myta mulai menurun sejak Maret 2026. Ia mengalami demam tinggi dan sesak napas, gejala yang dalam dunia medis tidak bisa dianggap ringan.
Namun di tengah kondisi tersebut, ia tetap menjalani tugas jaga, termasuk jaga malam di bangsal dan instalasi gawat darurat.
Di titik inilah muncul pertanyaan besar yang kini menggema di publik yakni apakah ini bentuk dedikasi, atau tekanan sistem yang membuatnya tak bisa berhenti?
Sorotan semakin tajam setelah muncul dugaan bahwa dr. Myta menjalani beban kerja ekstrem selama masa internship.
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengungkap adanya indikasi bahwa almarhumah bekerja tanpa libur hingga tiga bulan.
Baca Juga: Digerebek Istri di Kos Bareng Mahasiswi, Wakil Dekan UIN Jambi Langsung Dinonaktifkan
Ketua IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “IKA FK Unsri akan mengawal penuh kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ada persoalan serius dalam sistem kerja yang dijalani dokter muda. Dalam laporan yang beredar, kondisi Myta sempat mencapai titik kritis. Saturasi oksigennya disebut berada di angka yang mengkhawatirkan sebelum akhirnya mendapatkan penanganan.
Keterlambatan penanganan ini memunculkan dugaan adanya pengabaian terhadap kondisi klinis. Jika terbukti, hal ini tidak hanya menjadi persoalan etik, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah hukum.
Kasus ini kini mendapat perhatian luas. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI disebut telah mulai menelusuri berbagai aspek, termasuk beban kerja dan sistem supervisi selama masa internship.
Langkah ini diharapkan dapat membuka fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Kematian dr. Myta bukan sekadar kabar duka. Ia menjadi simbol dari persoalan yang lebih besar—tentang tekanan kerja, perlindungan tenaga medis muda, dan batas antara pengabdian dan keselamatan diri.
Berita Terkait
-
Dipaksa Jaga Saat Sesak Napas? Dokter Muda Ini Meninggal, Dugaan Overwork Kini Diselidiki
-
Apa Itu Totok Sirih pada Bayi? Ini Risiko dan Manfaat Menurut Dokter
-
Kasus PPDS Unsri Soroti Risiko Perundungan dalam Pendidikan Dokter Spesialis
-
Bayar Kuliah hingga Tiket Pesawat, Permintaan Dokter Senior Diduga Tekan Junior PPDS Unsri
-
Jejak Tersembunyi Dr AK Gani: Ketika Dokter Jadi Penyelundup Senjata untuk Republik
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?
-
Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito
-
Keluarga Almarhum Haji Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Hari Anak Nasional Jadi Alarm, Kasus Ayah Rudapaksa Anak di Sumsel Terus Berulang
-
Sejumlah Wilayah Palembang Akan Padam Listrik Hingga 6 Jam, Ini Lokasinya