- Pesan berantai viral menuduh oknum senior PPDS Unsri menekan junior secara finansial untuk keperluan pribadi.
- Tuntutan finansial mencakup biaya kuliah, hiburan, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga senior secara tunai.
- Kemenkes RI telah menerima laporan mengenai dugaan perundungan ini dan masyarakat menanti investigasi transparan.
SuaraSumsel.id - Sebuah pesan berantai yang kembali viral di media sosial memicu keprihatinan publik. Isinya menyoroti dugaan perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya, yang kali ini disebut terjadi lewat tekanan finansial dari oknum dokter senior kepada junior.
Pesan tersebut diklaim berasal dari Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Sipil (AMPKS) Sumatera Selatan. Dalam narasinya, junior PPDS digambarkan berada dalam posisi sulit yakni selain harus menjalani beban akademik dan jam kerja panjang, mereka juga diduga diminta menanggung berbagai kebutuhan pribadi senior yang tidak berkaitan dengan proses pendidikan.
Salah satu poin yang paling menyita perhatian publik adalah permintaan agar junior membayari uang kuliah atau semesteran senior. Di luar itu, junior juga disebut diminta menanggung biaya hiburan, seperti pesta dan aktivitas nongkrong, yang sama sekali tidak berhubungan dengan kewajiban akademik.
Daftar permintaan yang beredar tak berhenti di situ. Junior PPDS juga diklaim diminta membiayai tiket pesawat dan tiket konser, konsumsi harian, hingga perawatan diri para senior. Beban finansial ini disebut datang bersamaan dengan tekanan psikologis akibat relasi kuasa yang timpang.
Dalam pesan tersebut, junior bahkan disebut harus membayar sewa rumah atau kos senior, biaya penelitian dan seminar, hingga kebutuhan rumah tangga. Narasi lain menyebut junior diminta mengantar-jemput anak senior serta membelikan barang bernilai tinggi, termasuk alat kesehatan.
Dugaan tekanan finansial ini disebut dilakukan secara tertutup dan tunai, tanpa catatan administratif. Cara ini dinilai membuat junior sulit menolak atau melapor, karena takut berdampak pada kelangsungan pendidikan dan relasi kerja klinis sehari-hari.
Rangkaian permintaan tersebut diduga berdampak serius pada kondisi mental junior PPDS. Salah satu junior dikabarkan mengalami tekanan psikologis berat, hingga akhirnya memilih mengundurkan diri dari program pendidikan yang selama ini menjadi tujuan kariernya.
Isu ini memantik empati luas dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana lingkungan pendidikan dokter spesialis yang seharusnya menjunjung profesionalisme dan kemanusiaan—bisa menjadi ruang yang menekan secara ekonomi dan psikologis.
Menanggapi informasi yang beredar, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan perundungan di lingkungan PPDS Universitas Sriwijaya. Publik kini menanti langkah konkret agar dugaan praktik tersebut diusut secara transparan dan korban mendapatkan perlindungan.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Naik Jelang 2026, Ini 8 Fakta yang Perlu Diwaspadai Warga
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik atau verbal. Tekanan finansial yang sistematis juga dapat menjadi bentuk kekerasan yang perlahan menggerus kesehatan mental dan masa depan peserta didik.
Tag
Berita Terkait
-
Diduga Dibully Senior, Junior PPDS Unsri Tertekan hingga Berniat Bunuh Diri
-
Gagas Sistem PPLH yang Holistik, Berkeadilan, dan Berkarakter Kebangsaan, Fatoni Raih Gelar Doktor
-
Kronologi Siswi SMP di Muratara Disiksa Teman Sendiri, Gara Gara Story WhatsApp Jadi Masalah
-
Satu Klik Mengubah Nasib: Paket Rp50 Ribu Telkomsel Buka Ruang Belajar Tanpa Batas
-
Harga Kos Sekitar Kampus Palembang Terkini 2025, Banyak yang Murah tapi Aman
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Wujudkan Kerinduan PMI Yuni Lestari Bertemu Ibunya Setelah Ia Berada 10 Tahun di Taiwan
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?
-
BRImo Taiwan Hubungkan Kebutuhan Finansial PMI dan Keluarga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?