- Sriwijaya FC menghadapi sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA yang menghambat pembentukan skuad kompetitif untuk Liga 3.
- Sanksi tersebut dapat dicabut jika klub segera menyelesaikan kewajiban finansial atau sengketa kontrak sesuai putusan FIFA.
- Pengalaman klub lain menunjukkan sanksi serupa bersifat sementara dan bisa diselesaikan agar persiapan tim tidak terganggu.
SuaraSumsel.id - Status registration ban dari FIFA masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Sriwijaya FC di tengah upaya membangun kembali kekuatan tim setelah terdegradasi ke Liga 3 musim lalu. Jika tidak segera diselesaikan, sanksi tersebut berpotensi menghambat langkah Laskar Wong Kito dalam membentuk skuad kompetitif menghadapi musim baru.
Registration ban merupakan sanksi dari FIFA yang melarang sebuah klub mendaftarkan pemain baru sampai kewajiban yang menjadi dasar hukuman dipenuhi. Sanksi ini umumnya berkaitan dengan putusan Football Tribunal FIFA, seperti sengketa kontrak atau kewajiban finansial yang belum diselesaikan.
Bagi Sriwijaya FC, kondisi tersebut menjadi tantangan tambahan setelah klub mengalami degradasi ke Liga 3. Di tengah kebutuhan melakukan pembenahan skuad, larangan registrasi pemain dapat membatasi ruang gerak manajemen jika sanksi belum dicabut.
Apa Dampaknya bagi Sriwijaya FC?
Jika registration ban masih berlaku saat periode pendaftaran pemain dibuka, Sriwijaya FC tidak dapat mendaftarkan pemain baru hingga kewajiban yang menjadi penyebab sanksi diselesaikan dan FIFA mencabut larangan tersebut.
Situasi ini tentu dapat memengaruhi persiapan tim, terutama jika manajemen berencana melakukan perombakan skuad untuk bangkit dari keterpurukan musim lalu.
Meski demikian, pengalaman sejumlah klub Indonesia menunjukkan registration ban bukan sanksi permanen. Persib Bandung, PSIS Semarang, PSM Makassar, dan Adhyaksa FC sempat menghadapi persoalan serupa sebelum status mereka dicabut setelah kewajiban dipenuhi.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil manajemen Sriwijaya FC untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Penyelesaian yang cepat dinilai penting agar klub memiliki keleluasaan menyusun skuad dan menjalani persiapan menghadapi kompetisi Liga 3. Tanpa penyelesaian, registration ban dikhawatirkan menjadi hambatan baru bagi upaya mengembalikan kejayaan salah satu klub paling bersejarah di Indonesia itu.
Baca Juga: Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju
Tag
Berita Terkait
-
Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju
-
Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3, Kekalahan dari Sumsel United Jadi Penentu Musim
-
Solidaritas Suporter Mengalir, Donasi untuk Sriwijaya FC Tembus Rp20 Juta dalam Sepekan
-
Bukan Sekadar Kalah, Skor 15-0 Menyeret Sriwijaya FC ke Titik Terendah
-
Malam Paling Kelam Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC Dibantai 15 Gol Tanpa Balas
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak