- Polda Sumatera Selatan menetapkan seorang anggota Bhayangkari sebagai tersangka kasus penipuan dengan modus tawaran keuntungan menjanjikan.
- Jumlah korban terus bertambah setelah penyidik membuka ruang laporan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh tersangka tersebut.
- Total nilai kerugian diperkirakan melampaui angka awal Rp1,4 miliar seiring dengan terus masuknya laporan dari para korban.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan penipuan yang menyeret seorang ibu Bhayangkari di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Setelah polisi menetapkan tersangka, jumlah korban yang melapor justru terus bertambah. Nilai kerugian yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar kini berpotensi meningkat seiring munculnya korban-korban baru yang mengaku mengalami kerugian dengan modus serupa.
Bagi para korban, kerugian yang dialami bukan hanya soal uang. Banyak di antara mereka mengaku awalnya percaya karena mengenal pelaku dan meyakini janji yang disampaikan.
Namun harapan mendapatkan keuntungan atau kemudahan yang ditawarkan justru berubah menjadi persoalan hukum yang kini menjadi perhatian publik.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan pihaknya masih terus mendalami laporan yang masuk dari para korban. "Proses penyidikan masih berjalan. Kami membuka ruang bagi masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor sehingga seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap secara menyeluruh," ujar Anwar.
Polda Sumatera Selatan telah menetapkan seorang perempuan yang diketahui merupakan anggota Bhayangkari sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
Seiring proses penyidikan berjalan, laporan dari masyarakat terus berdatangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berasal dari latar belakang yang beragam. Sebagian besar mengaku mengalami kerugian setelah mempercayai tawaran dan janji yang diberikan tersangka.
Salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena mengenal pelaku secara pribadi.
"Kami percaya karena sudah kenal lama. Awalnya semuanya berjalan lancar, tetapi setelah dana diserahkan, janji yang diberikan tidak pernah terealisasi," ungkapnya melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Baca Juga: Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang
Karena itu, penyidik kini tidak hanya fokus pada laporan awal, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Kasus ini pun menjadi perhatian karena nilai kerugian yang tidak sedikit. Jika seluruh laporan yang masuk terbukti memiliki keterkaitan, total kerugian yang ditanggung korban diperkirakan dapat bertambah dari angka yang telah terungkap sebelumnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penipuan tidak selalu dilakukan oleh orang asing. Dalam banyak kasus, pelaku justru memanfaatkan hubungan pertemanan, kedekatan, maupun kepercayaan yang telah terbangun sebelumnya.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap setiap tawaran yang menjanjikan keuntungan besar atau kemudahan tertentu, sekalipun datang dari orang yang dikenal.
Kini perhatian publik tertuju pada perkembangan penyidikan. Dengan terus bertambahnya korban yang melapor, kasus yang awalnya diperkirakan merugikan Rp1,4 miliar ini berpotensi membuka fakta-fakta baru yang lebih besar dari yang terungkap selama ini.
Tag
Berita Terkait
-
Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang
-
Ditenun Per Benang, Dirawat Dua Generasi: Ketika Tenun Blongsong Menolak Dilupakan
-
KAI Tambah Kereta Eksekutif KA Sindang Marga Akomodir Libur Tahun Baru Islam 1448 H
-
Sudah Berjam-jam Bertahan, Mahasiswa Terus Berorasi soal BBM hingga MBG di DPRD
-
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Semen Baturaja Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, Perkuat Ketahanan Energi Industri
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan Hadirkan Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang