Tasmalinda
Senin, 15 Juni 2026 | 23:18 WIB
Ilustrasi ibu bhayangkari. Dugaan penipuan Rp1,4 Miliar yang seret Ibu Bhayangkari bikin heboh [Ist]
Baca 10 detik
  • Polda Sumatera Selatan menetapkan seorang anggota Bhayangkari sebagai tersangka kasus penipuan dengan modus tawaran keuntungan menjanjikan.
  • Jumlah korban terus bertambah setelah penyidik membuka ruang laporan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh tersangka tersebut.
  • Total nilai kerugian diperkirakan melampaui angka awal Rp1,4 miliar seiring dengan terus masuknya laporan dari para korban.

SuaraSumsel.id - Kasus dugaan penipuan yang menyeret seorang ibu Bhayangkari di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Setelah polisi menetapkan tersangka, jumlah korban yang melapor justru terus bertambah. Nilai kerugian yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar kini berpotensi meningkat seiring munculnya korban-korban baru yang mengaku mengalami kerugian dengan modus serupa.

Bagi para korban, kerugian yang dialami bukan hanya soal uang. Banyak di antara mereka mengaku awalnya percaya karena mengenal pelaku dan meyakini janji yang disampaikan.

Namun harapan mendapatkan keuntungan atau kemudahan yang ditawarkan justru berubah menjadi persoalan hukum yang kini menjadi perhatian publik.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan pihaknya masih terus mendalami laporan yang masuk dari para korban. "Proses penyidikan masih berjalan. Kami membuka ruang bagi masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor sehingga seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap secara menyeluruh," ujar Anwar.

Polda Sumatera Selatan telah menetapkan seorang perempuan yang diketahui merupakan anggota Bhayangkari sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Seiring proses penyidikan berjalan, laporan dari masyarakat terus berdatangan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berasal dari latar belakang yang beragam. Sebagian besar mengaku mengalami kerugian setelah mempercayai tawaran dan janji yang diberikan tersangka.

Salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena mengenal pelaku secara pribadi.

"Kami percaya karena sudah kenal lama. Awalnya semuanya berjalan lancar, tetapi setelah dana diserahkan, janji yang diberikan tidak pernah terealisasi," ungkapnya melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.

Baca Juga: Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang

Karena itu, penyidik kini tidak hanya fokus pada laporan awal, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Kasus ini pun menjadi perhatian karena nilai kerugian yang tidak sedikit. Jika seluruh laporan yang masuk terbukti memiliki keterkaitan, total kerugian yang ditanggung korban diperkirakan dapat bertambah dari angka yang telah terungkap sebelumnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penipuan tidak selalu dilakukan oleh orang asing. Dalam banyak kasus, pelaku justru memanfaatkan hubungan pertemanan, kedekatan, maupun kepercayaan yang telah terbangun sebelumnya.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap setiap tawaran yang menjanjikan keuntungan besar atau kemudahan tertentu, sekalipun datang dari orang yang dikenal.

Kini perhatian publik tertuju pada perkembangan penyidikan. Dengan terus bertambahnya korban yang melapor, kasus yang awalnya diperkirakan merugikan Rp1,4 miliar ini berpotensi membuka fakta-fakta baru yang lebih besar dari yang terungkap selama ini.

Load More