- Penundaan CFD di Palembang mendorong warga mencari alternatif lokasi olahraga pagi demi menjaga kebugaran fisik mereka.
- Warga Palembang memanfaatkan ruang publik seperti Kambang Iwak, Jakabaring Sport City, hingga lingkungan perumahan untuk berolahraga.
- Berbagai pilihan tempat olahraga pagi tersebut memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan rutinitas aktivitas fisik secara konsisten.
SuaraSumsel.id - Penundaan Car Free Day (CFD) di Palembang membuat sebagian warga harus mencari cara lain untuk tetap berolahraga di pagi hari. Namun di tengah kondisi itu, sejumlah ruang publik di kota ini tetap menjadi pilihan untuk jogging, jalan santai, hingga bersepeda ringan.
Bagi warga yang ingin tetap aktif tanpa harus bergantung pada CFD, berikut beberapa tempat olahraga pagi di Palembang yang nyaman dan cukup populer.
1. Kambang Iwak, Ikon Jogging Paling Ramai di Palembang
Kambang Iwak masih menjadi lokasi favorit untuk olahraga pagi. Lintasan yang mengelilingi danau serta pepohonan rindang membuat suasana terasa lebih sejuk dibandingkan jalan raya.
Di pagi hari, kawasan ini dipenuhi pelari, pejalan santai, hingga komunitas olahraga. Bagi banyak warga, Kambang Iwak adalah pilihan paling realistis untuk jogging di Palembang.
2. Jakabaring Sport City, Trek Luas untuk Lari dan Sepeda
Jika mencari area yang lebih luas, Jakabaring Sport City menjadi alternatif utama. Kawasan ini memiliki jalur yang panjang dan relatif tertata, cocok untuk jogging maupun bersepeda.
Banyak warga memilih lokasi ini karena tidak terlalu padat dan memberikan ruang gerak lebih leluasa dibandingkan area lain.
3. Benteng Kuto Besak, Olahraga Sambil Menikmati Sungai Musi
Baca Juga: Tetap Mau CFD, Tapi Jangan Bikin Sengsara: Suara Warga Palembang Soal Jembatan Ampera Ditutup
Bagi yang ingin suasana berbeda, area Benteng Kuto Besak bisa menjadi pilihan. Selain olahraga ringan seperti jalan santai, warga juga bisa menikmati pemandangan Sungai Musi.
Di pagi hari, kawasan ini cukup ramai oleh warga yang ingin mengawali aktivitas dengan suasana terbuka.
4. Taman POM IX, Alternatif Dekat dan Praktis
Taman POM IX menjadi pilihan bagi warga yang ingin berolahraga tanpa harus pergi jauh. Lokasinya yang strategis membuat taman ini cukup ramai pada pagi hari.
Meski tidak sebesar Kambang Iwak atau Jakabaring, area ini tetap nyaman untuk aktivitas ringan seperti jalan kaki atau stretching.
5. Lingkungan Perumahan, Solusi Aman dan Fleksibel
Berita Terkait
-
Tetap Mau CFD, Tapi Jangan Bikin Sengsara: Suara Warga Palembang Soal Jembatan Ampera Ditutup
-
CFD Palembang Bikin Macet Parah, Rencana Launching Akhirnya Ditunda
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
CFD Palembang Diprotes Warga, Jalur Terlalu Panjang Bikin Aktivitas Terganggu
-
CFD Palembang Hari Pertama Diserbu Warga, Jalanan Malah Lumpuh dan Tuai Protes
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap