- Pelaksanaan perdana Car Free Day di Kota Palembang pada Minggu pagi menyebabkan kemacetan parah di jalur alternatif.
- Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan kegiatan tersebut merupakan uji coba dan akan segera dilakukan evaluasi menyeluruh.
- Masyarakat meminta pemerintah memangkas jalur atau mengatur lalu lintas agar mobilitas warga tetap lancar selama acara berlangsung.
SuaraSumsel.id - Minggu pagi yang seharusnya jadi waktu santai justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi sebagian warga. Di tengah ramainya Car Free Day (CFD) perdana di Kota Palembang, tidak sedikit warga yang justru terjebak kemacetan dan kesulitan beraktivitas.
Sejak pagi, kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik, terutama di jalur penghubung Jembatan Musi IV dan Musi VI. Kendaraan mengular panjang, bahkan nyaris tidak bergerak di beberapa ruas jalan.
Suasana yang di satu sisi menghadirkan ruang bebas kendaraan, di sisi lain justru memicu kemacetan di jalur alternatif.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa pelaksanaan CFD masih dalam tahap uji coba.
“Uji coba CFD dan CFN yang digelar berlangsung aman, lancar, dan warga terlihat sangat antusias,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.
Bagi sebagian warga, CFD bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan hambatan nyata dalam mobilitas.
“Dari pagi mau keluar rumah saja susah, jalan penuh semua. Niatnya mau santai malah jadi stres di jalan,” ujar seorang warga yang tinggal di kawasan terdampak.
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lain yang terjebak cukup lama.
“Sudah hampir setengah jam tidak bergerak. Kalau seperti ini tiap minggu, berat juga,” katanya.
Baca Juga: Cari Tempat WFH Tenang di Palembang? Cafe Danau Jakabaring Ini Sepi, WiFi Kencang
Sejumlah warga menilai panjangnya jalur CFD menjadi penyebab utama kemacetan.
Penutupan ruas jalan dalam skala besar membuat arus kendaraan terpusat di titik tertentu, sehingga beban lalu lintas meningkat drastis.
“Kalau bisa jangan sepanjang ini. Dipangkas saja supaya tidak mengganggu,” ungkap seorang pengendara.
Di balik berbagai keluhan, antusiasme masyarakat tetap terlihat tinggi.
Ribuan warga memadati kawasan CFD untuk berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati suasana kota tanpa kendaraan bermotor.
Fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan ruang publik di Palembang. Warga berharap CFD tetap dilanjutkan, namun dengan penyesuaian yang lebih matang.
Tag
Berita Terkait
-
Cari Tempat WFH Tenang di Palembang? Cafe Danau Jakabaring Ini Sepi, WiFi Kencang
-
CFD Palembang Hari Pertama Diserbu Warga, Jalanan Malah Lumpuh dan Tuai Protes
-
CFN Sukses Besar, CFD Palembang Malah Picu Macet Parah di Hari Pertama
-
Wajah Baru Pedestrian Atmo Diserbu Warga, CFN Palembang Jadi Magnet Baru Kota Palembang
-
Hidupkan Car Free Night Palembang, Bank Sumsel Babel Percantik Pedestrian Atmo Lewat CSR
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?
-
Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu
-
Demo Karhutla Berujung Pengeroyokan 2 Wartawan, Polisi Tangkap Terduga Provokator dan Sita 2 Sajam
-
AJI Palembang Desak Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Polda Sumsel Ditangkap
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak