- Uji coba Car Free Day di Palembang menyebabkan kemacetan parah di sekitar Jembatan Musi akibat pengalihan arus kendaraan.
- Pemerintah kota memutuskan menunda peluncuran resmi CFD guna mengevaluasi sistem pengaturan lalu lintas dan penempatan petugas lapangan.
- Pemerintah akan memperbaiki rute dan menambah personel untuk memastikan kelancaran aktivitas warga saat uji coba CFD berikutnya.
SuaraSumsel.id - Antusiasme warga menyambut Car Free Day (CFD) di Palembang ternyata diiringi persoalan serius. Uji coba yang hanya berlangsung sekitar dua jam justru memicu kemacetan parah di sejumlah titik, hingga akhirnya pemerintah memutuskan menunda peluncuran resminya.
Wali Kota Ratu Dewa mengakui bahwa pelaksanaan uji coba CFD masih jauh dari sempurna dan perlu evaluasi menyeluruh.
“Uji coba akan kembali dilakukan dengan sejumlah perbaikan, terutama terkait pengaturan lalu lintas dan penempatan petugas di lapangan,” ujarnya kepada awak media, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, CFD tidak dibatalkan, melainkan akan kembali diuji coba setelah dilakukan perbaikan, terutama pada pengaturan lalu lintas dan penempatan petugas di lapangan.
Menurutnya, salah satu catatan penting adalah belum optimalnya penempatan personel di titik-titik krusial. Hal ini membuat kemacetan sulit dikendalikan saat volume kendaraan meningkat.
Keputusan ini diambil setelah gelombang keluhan warga bermunculan, baik dari kondisi di lapangan maupun laporan yang viral di media sosial. Banyak pengendara mengaku terjebak antrean panjang di jalur alternatif yang tak mampu menampung lonjakan kendaraan.
Kemacetan paling terasa di kawasan Jembatan Musi IV dan Musi VI. Jalur tersebut mendadak padat setelah arus kendaraan dialihkan akibat penutupan ruas utama CFD, termasuk Jalan Jenderal Sudirman hingga Jembatan Ampera.
Kondisi ini membuat perjalanan warga yang melintas di kawasan tersebut terganggu. Tidak sedikit yang harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan, bahkan untuk jarak yang biasanya ditempuh dalam hitungan menit.
Salah satu penyebab utama kemacetan adalah panjangnya rute CFD yang mencapai sekitar 2,8 kilometer. Penutupan jalur sepanjang itu berdampak langsung pada distribusi kendaraan di pusat kota.
Baca Juga: Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Jalur alternatif yang tersedia belum siap menampung volume kendaraan yang dialihkan. Akibatnya, kemacetan tidak hanya terjadi di sekitar lokasi CFD, tetapi juga menyebar ke titik lain.
Launching Ditunda, Skema Akan Diubah
Rencana peluncuran resmi CFD yang semula dijadwalkan dalam waktu dekat akhirnya ditunda. Pemerintah kota kini tengah menyiapkan sejumlah opsi perbaikan.
Mulai dari penyesuaian rute, pembatasan area, hingga kajian ulang terhadap penutupan Jembatan Ampera yang menjadi salah satu jalur vital di kota.
Selain itu, jumlah personel di lapangan juga akan ditambah, termasuk dari unsur kepolisian, untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan lebih optimal.
Di balik polemik yang muncul, CFD tetap mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berolahraga dan menikmati ruang publik.
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
CFD Palembang Diprotes Warga, Jalur Terlalu Panjang Bikin Aktivitas Terganggu
-
CFD Palembang Hari Pertama Diserbu Warga, Jalanan Malah Lumpuh dan Tuai Protes
-
CFN Sukses Besar, CFD Palembang Malah Picu Macet Parah di Hari Pertama
-
Wajah Baru Pedestrian Atmo Diserbu Warga, CFN Palembang Jadi Magnet Baru Kota Palembang
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis