- 14 warga Palembang di Kamboja menjadi korban eksploitasi operator penipuan online setelah direkrut ilegal melalui Telegram.
- Para korban mengalami kekerasan fisik dan tekanan mencapai target fantastis ketika janji pekerjaan bergaji tinggi tidak terpenuhi.
- Polda Sumatera Selatan sedang menyelidiki kasus ini secara mendalam untuk mengungkap dugaan kuat praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
SuaraSumsel.id - Kasus yang menimpa 14 warga Palembang di Kamboja membuka sisi gelap kejahatan lintas negara yang kini semakin canggih. Berangkat dengan harapan hidup lebih baik, mereka justru terjebak dalam praktik penipuan online dan mengalami kekerasan fisik.
Polda Sumatera Selatan pun kini turun tangan, menelusuri dugaan kuat adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di balik peristiwa ini.
Berikut 9 fakta penting yang terungkap:
1. Direkrut Lewat Telegram dengan Iming-iming Gaji Tinggi
Para korban awalnya ditawari pekerjaan di restoran dengan gaji mencapai belasan juta rupiah per bulan. Rekrutmen dilakukan melalui media sosial, tanpa proses resmi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan serius dan sudah mengumpulkan seluruh informasi dari belasan pekerja asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ini.
“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri akun media sosial yang menyebarkan informasi tersebut. Dugaan TPPO masih kami dalami,” ujarnya dihubungi Selasa (31/3/2026).
2. Diberangkatkan Secara Ilegal
Perjalanan mereka tidak melalui jalur resmi tenaga kerja. Rutenya berlapis seperti dari Palembang, Jakarta, Malaysia, Vietnam, hingga akhirnya masuk ke Kamboja secara tidak sah alias ilegal.
Baca Juga: 5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
3. Janji Kerja Berubah Jadi Eksploitasi
Setibanya di lokasi penempatan, pekerjaan yang dijanjikan ternyata tidak ada. Mereka justru dipaksa bekerja sebagai operator penipuan online.
4. Dipaksa Menipu Orang Lain Setiap Hari
Korban ditugaskan mencari target melalui media sosial, lalu diarahkan ke aplikasi komunikasi untuk menjalankan aksi penipuan digital.
5. Target Fantastis, Puluhan Juta Rupiah
Setiap korban dibebani target tinggi dalam sehari. Tekanan ini membuat mereka bekerja di bawah ancaman terus-menerus disertai dengan ancanaman dan hukuman.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
-
Dana Warga Sumsel Sempat Raib karena Scam, Rp541 Juta Akhirnya Berhasil Kembali
-
Bukan Sekadar Adopsi, Dugaan TPPO Mengemuka di Balik Bayi 3 Hari Ditawarkan Rp52 Juta
-
Baru 3 Hari Lahir, Bayi Ini Diduga Ditawarkan Rp52 Juta di Palembang
-
Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?