- Polda Sumatera Selatan menyelidiki dugaan TPPO terkait transaksi bayi berusia tiga hari seharga Rp52 juta di Palembang.
- Kasus terungkap melalui patroli siber yang mendeteksi percakapan penawaran bayi, berujung penangkapan pasangan suami istri.
- Polisi mengamankan barang bukti termasuk ponsel dan uang muka, serta menjamin keselamatan bayi tersebut.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan penjualan bayi di Palembang memasuki babak yang lebih serius. Seorang bayi yang baru berusia tiga hari diduga nyaris berpindah tangan dengan nilai Rp52 juta. Namun, aparat menegaskan perkara ini tidak dipandang sebagai sekadar praktik adopsi biasa.
Jajaran Polda Sumatera Selatan mendalami dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di balik kasus tersebut. Indikasi itu muncul setelah patroli siber menemukan percakapan mencurigakan yang mengarah pada penawaran bayi melalui media sosial.
Pengungkapan kasus ini bermula dari pemantauan intensif dunia digital. Aparat menemukan komunikasi yang diduga berisi kesepakatan transaksi dengan nominal Rp52 juta. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti hingga dilakukan penangkapan terhadap pasangan suami istri di kawasan Sukarami, Palembang.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut penyidikan tidak berhenti pada dua tersangka.
“Kasus ini kami tangani dengan pendekatan tindak pidana perdagangan orang. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam skema ini. Akan kami telusuri hingga tuntas,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari telepon genggam yang digunakan untuk komunikasi, uang muka Rp1 juta, dokumen pernyataan adopsi, hingga rekaman CCTV yang memperkuat dugaan tindak pidana.
Penyidik kini mendalami apakah transaksi tersebut berdiri sendiri atau merupakan bagian dari pola yang lebih luas. Nominal Rp52 juta menjadi sorotan karena dinilai tidak lazim dalam praktik adopsi resmi yang diatur secara ketat oleh negara.
Bayi yang belum diberi nama itu kini berada dalam perlindungan aparat dan telah mendapatkan penanganan medis serta pendampingan psikososial. Polisi memastikan kondisi bayi dalam keadaan aman.
Secara hukum, kasus ini berpotensi dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Pemberantasan TPPO yang ancaman hukumannya dapat mencapai belasan tahun penjara.
Baca Juga: Alasan Sebenarnya Orang Tua di Palembang Hendak Jual Bayi Rp52 Juta Terungkap
Kasus ini memicu diskusi luas tentang celah perdagangan anak di era media sosial. Aparat menilai ruang digital dapat dimanfaatkan untuk praktik ilegal jika tidak diawasi.
Publik kini menanti perkembangan penyidikan lebih lanjut. Apakah ini sekadar tindakan individu yang terdesak situasi, atau ada jaringan yang lebih terorganisir di baliknya?
Yang jelas, kasus bayi tiga hari dengan nilai Rp52 juta ini menjadi peringatan serius bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Sebenarnya Orang Tua di Palembang Hendak Jual Bayi Rp52 Juta Terungkap
-
Baru 3 Hari Lahir, Bayi Ini Diduga Ditawarkan Rp52 Juta di Palembang
-
Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya
-
Mengapa 15 Warga Sumsel Bisa Lolos ke Kamboja Tanpa Prosedur Resmi?
-
Cerita Pilu 15 Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Mengarah pada Dugaan TPPO
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok
-
Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo