- Rencana pengadaan dua unit meja biliar senilai Rp486 juta untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan menjadi sorotan publik.
- Paket pengadaan tersebut kini tidak lagi terdaftar dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP.
- Sekretariat DPRD Sumatera Selatan belum memberikan keterangan resmi mengenai pembatalan atau penghapusan sementara proyek tersebut.
SuaraSumsel.id - Rencana pengadaan meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) yang sebelumnya ramai disorot publik kini menimbulkan tanda tanya baru. Setelah viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas, paket pengadaan tersebut diketahui sudah tidak lagi muncul di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP.
Kondisi ini memicu spekulasi publik. Banyak pihak bertanya-tanya apakah pengadaan tersebut benar-benar dibatalkan, atau hanya dihapus sementara dari sistem setelah menuai kritik.
Sebelumnya, rencana pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel menjadi polemik karena nilai anggarannya mencapai sekitar Rp486 juta. Angka tersebut dinilai cukup besar untuk pengadaan fasilitas hiburan di lingkungan rumah dinas pejabat daerah.
Sorotan publik semakin menguat setelah diketahui harga meja biliar untuk pimpinan DPRD tersebut bahkan disebut-sebut lebih mahal dibandingkan fasilitas serupa yang dianggarkan untuk pimpinan lainnya. Hal ini membuat warganet mempertanyakan urgensi pengadaan tersebut di tengah berbagai kebutuhan publik yang dinilai lebih mendesak.
Namun setelah polemik berkembang, paket pengadaan meja biliar itu justru tidak lagi terlihat dalam daftar SIRUP LKPP. Perubahan ini memunculkan tanda tanya baru mengenai status proyek tersebut.
Hingga kini, pihak Sekretariat DPRD Sumatera Selatan belum memberikan penjelasan resmi mengenai apakah pengadaan meja biliar tersebut memang telah dibatalkan atau hanya mengalami perubahan administrasi.
Situasi ini membuat publik semakin penasaran. Apakah rencana pengadaan tersebut benar-benar dihentikan setelah viral, atau hanya dihapus dari sistem sementara waktu?
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan anggaran publik, terutama ketika sebuah rencana pengadaan sudah lebih dulu menjadi sorotan masyarakat.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya File APK, Modus Penipuan Digital Kian Marak
Berita Terkait
-
6 Fakta Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari PDIP Disorot soal Meja Biliar Ratusan Juta
-
Viral Meja Biliar Rp335 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Harta Wakil Ketua DPRD Tembus Rp9,5 Miliar
-
Viral Meja Biliar Rp486 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Berapa Harta Ketua DPRD Andie Dinialdie?
-
Janggal? Meja Biliar Wakil Pimpinan DPRD Sumsel Rp335 Juta, Ketua Hanya Rp151 Juta
-
Bukan Cuma Meja Biliar Rp486 Juta, Anggaran Rumdin Pimpinan DPRD Sumsel Tembus Rp2,7 Miliar
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
CFD Perdana Hadir di Ampera 14 Juni, Mampukah Menjadi Ruang Publik Baru Warga Palembang?
-
Dengung Kecil, Jejak Besar Efek Berganda Migas yang Mengubah Nasib Perempuan Desa
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Aset Lewat Kerja Sama dengan Kejari PALI
-
Bisakah Sumarni Jadi Bupati Muara Enim? Ini Statusnya Setelah Terima SK Plt
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel