- Total rencana anggaran fasilitas rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel mencapai sekitar Rp2,7 miliar terdata dalam SIRUP LKPP.
- Paket terbesar adalah konstruksi aula rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel senilai Rp1,879 miliar, dijadwalkan Februari 2026.
- Rencana ini mencakup pengadaan meja biliar Rp486,9 juta dan layanan Calmic Hygiene Wakil Ketua III Rp354 juta.
SuaraSumsel.id - Rencana pengadaan meja biliar ratusan juta rupiah di rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) sempat memicu perbincangan publik. Namun, polemik itu ternyata hanya sebagian kecil dari daftar anggaran yang tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah.
Berdasarkan penelusuran pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), terdapat sejumlah paket pengadaan lain yang juga berkaitan dengan rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel dengan nilai anggaran yang tidak kalah besar.
Jika digabungkan dengan rencana pengadaan meja biliar yang sebelumnya menjadi sorotan, total anggaran yang berkaitan dengan fasilitas rumah dinas tersebut bahkan mencapai sekitar Rp2,7 miliar. Salah satu paket yang tercatat dalam SIRUP adalah pembangunan arsitektur aula tahap II rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel.
Dalam data pengadaan pemerintah tersebut tercantum bahwa paket pekerjaan itu memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp1.879.000.000. Paket ini masuk dalam kategori pekerjaan konstruksi dengan metode pengadaan melalui tender.
Kegiatan tersebut tercatat berada di bawah pengelolaan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan lokasi pekerjaan di Kota Palembang.
Jadwal pengadaan dalam sistem juga tercantum pada Februari 2026.
Nilai anggaran yang mendekati Rp2 miliar ini menjadi salah satu paket terbesar yang berkaitan dengan fasilitas rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel. Selain pekerjaan konstruksi, terdapat pula paket pengadaan lain yang berkaitan dengan layanan fasilitas rumah dinas.
Dalam SIRUP tercatat paket bertajuk pengadaan Calmic Hygiene rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
Nilai pagu anggaran untuk pengadaan ini mencapai Rp354.000.000.
Baca Juga: Meja Biliar Ratusan Juta di Rumdin DPRD Sumsel Jadi Sorotan, Ketua DPRD Buka Suara
Paket tersebut masuk dalam kategori pengadaan barang dengan metode e-purchasing.
Calmic hygiene sendiri umumnya berkaitan dengan layanan sanitasi seperti dispenser sabun, pengharum ruangan, pengering tangan, hingga fasilitas kebersihan toilet.
Pengadaan ini juga berada di bawah pengelolaan Sekretariat DPRD Sumatera Selatan dengan lokasi kegiatan di Palembang.
Sebelumnya publik lebih dulu menyoroti rencana pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel. Dalam data SIRUP, total anggaran untuk pengadaan dua meja biliar tersebut mencapai Rp486,9 juta.
Rinciannya adalah sekitar Rp151 juta untuk meja biliar di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel dan sekitar Rp335 juta untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel.
Nilai anggaran yang mendekati setengah miliar rupiah itu kemudian memicu perdebatan di masyarakat, terutama terkait prioritas penggunaan anggaran.
Berita Terkait
-
Meja Biliar Ratusan Juta di Rumdin DPRD Sumsel Jadi Sorotan, Ketua DPRD Buka Suara
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Mengapa Dua Rumdin Pimpinan DPRD Sumsel Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Meja Biliar Rp486 Juta di Rumdin DPRD Sumsel Jadi Sorotan, Berapa Sih Harga Aslinya?
-
Meja Biliar Rp486 Juta di Rumdin DPRD Sumsel Ramai Dibahas, Ini 7 Faktanya
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang