- Puji dan kelompok perempuan di Desa Suka Maju berhasil menjual 20 kilogram produk olahan pangan menjelang Lebaran 2026.
- Pendapatan sebesar Rp2 juta dari penjualan keripik membantu perekonomian keluarga serta biaya pendidikan anak para anggota kelompok.
- Usaha tersebut merupakan dampak positif dari Program Beeyond Honey milik PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang sejak 2021.
SuaraSumsel.id - Lebaran Idulfitri tahun ini menjadi momen yang cukup membahagiakan bagi Puji. Perempuan yang tinggal di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, itu tidak menyangka produk olahan yang dibuat bersama kelompoknya mendapat pesanan hingga belasan kilogram menjelang hari raya.
Dalam sepekan sebelum Lebaran, kelompok perempuan yang ia ikuti menerima pesanan sekitar 15 hingga 20 kilogram keripik singkong merek Masinis dan grubi berbahan ubi jalar. "Baru Lebaran tahun ini kami menerima pesanan sebanyak itu," kata Puji saat ditemui, Rabu (10/6/2026).
Pesanan tersebut memang belum bisa disebut besar jika dibandingkan dengan pelaku usaha yang sudah mapan. Namun bagi Puji dan anggota kelompok lainnya, capaian itu menjadi penanda bahwa usaha yang mereka bangun perlahan mulai menemukan pasar.
Dari produksi yang dilakukan secara bersama-sama, kelompok memperoleh pendapatan sekitar Rp2 juta. Nilai itu kemudian dibagi kepada anggota yang aktif terlibat dalam proses produksi.
Bagi Puji, tambahan penghasilan tersebut cukup berarti. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, sebagian pendapatan digunakan untuk menunjang biaya pendidikan anak-anaknya. "Setidaknya ada tambahan untuk kebutuhan sekolah anak, ada THR juga," ujarnya sambil tersenyum.
Puji masih memiliki dua anak yang sedang menempuh pendidikan. Karena itu, setiap tambahan pendapatan yang diperoleh memiliki arti tersendiri bagi keluarganya.
Sebelum bergabung dalam kelompok usaha, aktivitas Puji tak jauh berbeda dengan sebagian besar perempuan lain di desanya. Selain mengurus rumah tangga, ia membantu pekerjaan keluarga di kebun sawit.
Kesempatan memperoleh penghasilan tambahan di luar sektor perkebunan tidak banyak. Karena itu, ketika kelompok perempuan mulai mencoba mengembangkan usaha olahan pangan lokal pada 2024, ia ikut terlibat meski saat itu belum ada jaminan produk yang mereka buat akan diterima pasar.
Mereka belajar membuat berbagai olahan berbahan singkong dan ubi jalar, mencoba beragam cita rasa, memperbaiki kemasan, hingga mencari cara memasarkan produk. Prosesnya memang tidak selalu mudah.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
Pasar mereka masih terbatas. Penjualan sebagian besar mengandalkan lingkungan, seperti warung-warung sekitar dan jaringan pertemanan. Namun perlahan usaha tersebut mulai berkembang.
Di balik usaha yang dijalankan Puji dan kawan-kawannya, terdapat cerita yang lebih besar tentang bagaimana sebuah program pemberdayaan mampu melahirkan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa.
Kelompok perempuan tersebut tumbuh dalam ekosistem Program Beeyond Honey yang dikembangkan PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang.
Program yang dimulai pada 2021 itu awalnya berfokus pada budidaya lebah madu sekaligus upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Di Desa Suka Maju, masyarakat kini mengelola sekitar 160 kotak lebah madu yang ditempatkan di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Lebah tidak hanya dipandang sebagai penghasil madu, tetapi juga menjadi indikator alami kesehatan lingkungan.
Seiring berjalannya waktu, dampak program tidak berhenti pada produksi madu. Masyarakat membentuk Koperasi Sukma Jaya sebagai wadah pengelolaan usaha madu secara kolektif. Koperasi tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif yang lahir dari program pemberdayaan.
Tak hanya itu, program juga mendorong penanaman kembali sekitar 2.000 tanaman buah dan bunga untuk mendukung keberlanjutan ekosistem sekaligus memperkuat sumber pakan lebah.
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Dua Sumur Baru Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Migas hingga 4.834 Barel per Hari
-
Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja
-
Harga BBM Pertamina Juni 2026 Berubah, Seberapa Besar Hematnya Jika Pakai Dexlite?
-
Sumur Baru Pertamina EP Limau di Muara Enim Tambah Pasokan Energi Nasional
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang