- Alex Noerdin menerima penghargaan dari PWI sebagai pelopor Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) antara 2010 hingga 2014.
- SJI dibentuk sebagai wadah peningkatan kompetensi wartawan dengan penekanan etika dan metodologi riset modern.
- Inisiatif ini diperkuat dengan MoU Mei 2014 bersama Missouri School of Journalism di Amerika Serikat.
SuaraSumsel.id - Kepergian Alex Noerdin pada Rabu, 25 Februari 2026, bukan hanya menutup satu bab tentang politik dan kekuasaan. Ia juga membuka kembali halaman-halaman yang lama terselip di antara sorotan proyek besar dan pusaran perkara hukum.
Di balik berbagai kontroversi yang selama ini lebih banyak menyita perhatian publik, tersimpan jejak lain yang kini kembali dikenang, yakni ambisinya mendorong lahirnya generasi jurnalis yang lebih terdidik, profesional, dan berkelas internasional.
Jejak itu bermula dalam rentang 2010–2014, ketika Palembang menjadi tuan rumah berbagai kegiatan pers berskala nasional, termasuk momentum Hari Pers Nasional (HPN). Dalam forum-forum tersebut, terjadi pembentukan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) sebagai wadah peningkatan kompetensi wartawan.
Alex Noerdin mendapat penghargaan sebagai pelopor Sekolah Jurnalisme Indonesia atas komitmennya mendorong profesionalisme pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
SJI dirancang bukan sekadar tempat pelatihan teknis, tetapi sebagai pusat pendidikan yang menekankan etika, metodologi riset, dan standar jurnalistik modern.
Puncak dari inisiatif tersebut terjadi pada Mei 2014, ketika Alex Noerdin ikut dalam kunjungan ke Missouri School of Journalism di Amerika Serikat yakni salah satu sekolah jurnalisme tertua dan paling berpengaruh di dunia.
Kunjungan itu menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan konsep Sekolah Jurnalisme Indonesia di Palembang. Kerja sama tersebut membuka akses terhadap kurikulum, jejaring internasional, serta model pendidikan jurnalisme yang telah teruji secara global.
Bagi Sumatera Selatan, langkah itu menempatkan provinsi ini dalam peta upaya peningkatan mutu pendidikan pers di Indonesia.
Tak berhenti pada SJI, inisiatif tersebut bahkan diarahkan untuk menjadikan Sumsel sebagai lokasi pelatihan wartawan tingkat ASEAN. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kala itu menyatakan kesiapan menyediakan dukungan fasilitas guna memperkuat kapasitas jurnalis di kawasan regional.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan yang dibayangkan Alex Noerdin tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh pembangunan sumber daya manusia.
Banyak yang mengenang Alex lewat proyek-proyek besar seperti kawasan olahraga dan infrastruktur menjelang Asian Games 2018. Namun inisiatif pendidikan seperti SJI memperlihatkan sisi lain visinya.
Pendekatan ganda yakni membangun fasilitas sekaligus membangun kapasitas intelektual yang mencerminkan strategi pembangunan yang ingin menjadikan Sumatera Selatan tidak sekadar maju secara fisik, tetapi juga memiliki daya pikir dan daya kritis melalui pers yang profesional.
Warisan yang Kembali Dikenang
Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Oktaf Riyadi, mengenang momen penting pada 2009 ketika Alex Noerdin meminta PWI Sumsel menggelar sebuah event berskala nasional.
Momentum tersebut melahirkan salah satu tonggak penting: peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang menghasilkan Piagam Palembang. Piagam itu menegaskan komitmen menjaga profesionalisme wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta mendorong peningkatan standar perusahaan pers.
Tag
Berita Terkait
-
Alex Noerdin: Kronologi Lengkap Tiga Kasus Korupsi dan Status Gugur Demi Hukum
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
Sakit Apa Alex Noerdin Sebelum Wafat di Usia 74 Tahun? Ini 7 Faktanya
-
Pemakaman Alex Noerdin Digelar Usai Dzuhur, Ini Rangkaian Prosesi Lengkapnya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?