- Alex Noerdin menerima penghargaan dari PWI sebagai pelopor Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) antara 2010 hingga 2014.
- SJI dibentuk sebagai wadah peningkatan kompetensi wartawan dengan penekanan etika dan metodologi riset modern.
- Inisiatif ini diperkuat dengan MoU Mei 2014 bersama Missouri School of Journalism di Amerika Serikat.
Di dalamnya, kemerdekaan pers ditegaskan sebagai bagian dari kedaulatan berekspresi rakyat yang berlandaskan demokrasi, keadilan, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan profesionalitas.
Dari rahim momentum itulah kemudian lahir Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) pertama di Sumsel, yang kuliah perdananya diisi langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palembang—sebuah simbol kuat bahwa pendidikan pers ditempatkan dalam agenda nasional.
Tak berhenti di sana, pada tahun yang sama Sumsel juga menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2010. Setahun kemudian, pada 2011, provinsi ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan Wartawan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), memperluas jejaring hingga tingkat regional. Rangkaian agenda itu memperlihatkan ambisi menjadikan Sumatera Selatan bukan sekadar lokasi acara, melainkan pusat peningkatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis.
Hari ini, ketika publik mengenang kepergian Alex Noerdin, jejak internasionalnya di dunia jurnalisme menjadi bagian penting yang tak bisa dilepaskan dari narasi utuh tentang dirinya.
Sejarah memang jarang berdiri dalam hitam dan putih; ia tersusun dari keberhasilan, perdebatan, kritik, dan inisiatif yang kadang baru terasa nilainya setelah waktu berlalu.
Dalam konteks itulah gagasan Sekolah Jurnalisme Indonesia dan kerja sama dengan kampus jurnalisme tertua di Amerika Serikat kembali mengemuka, sebuah warisan sunyi di balik hiruk pikuk politik yang selama ini lebih dominan terdengar.
Tag
Berita Terkait
-
Alex Noerdin: Kronologi Lengkap Tiga Kasus Korupsi dan Status Gugur Demi Hukum
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
Sakit Apa Alex Noerdin Sebelum Wafat di Usia 74 Tahun? Ini 7 Faktanya
-
Pemakaman Alex Noerdin Digelar Usai Dzuhur, Ini Rangkaian Prosesi Lengkapnya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?