- Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel dua periode, wafat pada 25 Februari 2026, memicu fokus pada catatan hukumnya.
- Ia divonis bersalah dalam korupsi PDPDE dan dana hibah Masjid Sriwijaya, namun kasus Pasar Cinde gugur demi hukum.
- Kematian Alex menghentikan proses hukum Pasar Cinde tanpa putusan, berbeda dengan dua kasus korupsi yang telah memiliki vonis.
SuaraSumsel.id - Wafatnya Alex Noerdin pada 25 Februari 2026 bukan hanya memicu gelombang pelayat dan ucapan duka, tetapi juga menghidupkan kembali perbincangan lama tentang jejak kekuasaan dan perkara hukum yang pernah membelitnya.
Di sela suasana khidmat pemakaman di Palembang, publik tak hanya mengenang sosok mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode itu, melainkan juga menelusuri ulang bab-bab krusial dalam perjalanan hukumnya.
Pertanyaan pun menguat yakni bagaimana kronologi lengkap tiga kasus korupsi yang menjeratnya, dan apa arti status “gugur demi hukum” bagi perkara yang belum sempat mencapai putusan saat ajal menjemput?
Nama Alex Noerdin tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik Sumatera Selatan dalam dua dekade terakhir. Ia memimpin Sumsel pada periode 2008–2013 dan 2013–2018, setelah sebelumnya menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin dan anggota DPR RI.
Pada masanya, sejumlah proyek besar bergulir, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan event olahraga internasional, hingga pengembangan kawasan strategis perkotaan. Namun, di penghujung karier politiknya, ia harus menghadapi proses hukum yang serius.
Vonis Kasus PDPDE Sumsel
Perkara pertama yang menjerat Alex Noerdin adalah kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel. Dalam dakwaan jaksa, kerja sama jual beli gas tersebut dinilai tidak sesuai ketentuan dan menimbulkan kerugian negara.
Proses persidangan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang. Majelis hakim kemudian menyatakan Alex terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Ia dijatuhi hukuman penjara dan denda.
Perkara ini menjadi salah satu kasus besar yang menandai babak baru dalam perjalanan hukumnya sebagai mantan kepala daerah.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Kasus PDPDE bukan sekadar perkara administratif. Dalam persidangan, jaksa menghadirkan sejumlah saksi sekaligus berusaha memperlihatkan adanya penyimpangan kebijakan. Putusan hakim menegaskan adanya tanggung jawab pidana yang harus dipikul terdakwa, Alex Noerdin.
Kasus Dana Hibah Masjid Sriwijaya
Perkara kedua berkaitan dengan dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang yang sempat menjadi proyek monumental, namun kemudian mangkrak. Proyek ini semula digadang-gadang menjadi ikon baru kebanggaan Sumsel. Namun dalam prosesnya, penyidik menemukan dugaan penyalahgunaan dana hibah yang mengakibatkan kerugian negara.
Dalam persidangan perkara ini, majelis hakim kembali menyatakan Alex Noerdin terbukti bersalah. Vonis terhadap dua perkara yakni PDPDE dan dana hibah Masjid Sriwijaya, sempat mencapai hukuman selama 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider kurungan.
Melalui proses banding dan kasasi, hukuman tersebut kemudian berubah menjadi 9 tahun penjara.
Kasus ketiga yang menyeret nama Alex Noerdin adalah dugaan korupsi proyek revitalisasi Pasar Cinde Palembang. Proyek ini dirancang sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan dan pelestarian bangunan bersejarah. Namun dalam perjalanannya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan sejumlah tersangka, termasuk Alex Noerdin.
Berita Terkait
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
Sakit Apa Alex Noerdin Sebelum Wafat di Usia 74 Tahun? Ini 7 Faktanya
-
Pemakaman Alex Noerdin Digelar Usai Dzuhur, Ini Rangkaian Prosesi Lengkapnya
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel