- Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel dua periode, meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026, pada usia 74 tahun.
- Penyebab utama kondisi kritisnya adalah infeksi dan penyempitan saluran empedu yang memerlukan perawatan intensif di ICU Jakarta.
- Kondisi kesehatannya menurun drastis menjelang akhir hayat, diperparah oleh faktor usia lanjut saat menjalani perawatan medis.
SuaraSumsel.id - Meninggal dunia hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, di usia 74 tahun, kepergian Alex Noerdin sontak mengundang gelombang perhatian publik. Di balik kabar duka itu, banyak warga bertanya-tanya mengenai sakit apa sebenarnya yang membuat mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode tersebut harus menjalani perawatan intensif hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Dalam beberapa hari terakhir sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi kesehatan mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode itu dilaporkan menurun drastis dan membutuhkan perawatan intensif di Jakarta.
Berikut tujuh fakta mengenai riwayat penyakit Alex Noerdin sebelum wafat.
1. Mengalami Infeksi Empedu
Diketahui Alex Noerdin mengalami infeksi empedu. Kondisi ini dapat terjadi ketika saluran empedu tersumbat atau terinfeksi bakteri, sehingga memicu peradangan serius.
Infeksi empedu pada usia lanjut bisa berisiko tinggi jika tidak segera ditangani secara intensif.
2. Penyempitan Saluran Empedu
Selain infeksi, ia juga dilaporkan mengalami penyempitan saluran empedu. Kondisi ini menyebabkan aliran cairan empedu terganggu dan dapat menimbulkan komplikasi pada organ hati maupun sistem pencernaan.
Gangguan ini membutuhkan pemantauan medis ketat.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
3. Dirawat di Ruang ICU
Menjelang wafat, Alex Noerdin dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) di Jakarta. Perawatan di ICU menunjukkan bahwa kondisi kesehatannya sudah dalam tahap serius dan memerlukan pengawasan intensif.
Beberapa laporan menyebutkan ia menggunakan alat bantu medis selama perawatan.
4. Kondisi Kesehatan Sempat Memburuk
Kondisinya dilaporkan sempat membaik, namun kemudian kembali menurun. Perubahan kondisi ini membuat tim medis harus memberikan penanganan lanjutan secara cepat.
Pada usia 74 tahun, daya tahan tubuh yang menurun turut menjadi faktor risiko.
Tag
Berita Terkait
-
Pemakaman Alex Noerdin Digelar Usai Dzuhur, Ini Rangkaian Prosesi Lengkapnya
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Profil Lengkap Alex Noerdin: Dari Panggung Pembangunan, Proses Hukum, hingga Wafat di Usia 74 Tahun
-
Jenazah Alex Noerdin Segera Dibawa ke Palembang, Kebun Bunga Jadi Lokasi Pemakaman
-
Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
-
Viral Siswi SMP di Palembang Dijambak dan Ditendang Gegara Berebut Siswa Laki-laki, Aksinya Direkam