- Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel dua periode, wafat pada Rabu, 25 Februari 2026, di usia 74 tahun di Jakarta.
- Masa jabatannya diwarnai kontroversi hukum, termasuk vonis kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.
- Kebijakan fiskal terkait migas, PDPDE Sumsel, dan percepatan proyek Asian Games 2018 menjadi sorotan publik.
Keberadaannya di Komisi VII juga dinilai relevan dengan isu energi yang menjadi pokok perkara hukum tersebut.
4. Tuntutan Kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas
Saat menjabat Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dikenal vokal memperjuangkan kenaikan dana bagi hasil (DBH) migas untuk daerah penghasil.
Ia berpendapat bahwa porsi DBH yang diterima daerah belum sebanding dengan kontribusi produksi migas dan dampak lingkungan yang harus ditanggung daerah. Sumsel sebagai salah satu produsen gas bumi nasional dinilai layak memperoleh bagian lebih besar.
Tuntutan tersebut memicu perdebatan dengan pemerintah pusat. Pendukungnya melihat langkah itu sebagai bentuk keberpihakan pada kepentingan daerah, sementara kritik muncul karena kebijakan fiskal menyangkut regulasi nasional dan struktur APBN yang kompleks.
Isu DBH migas ini menjadi salah satu kontroversi kebijakan yang paling sering dikaitkan dengan kepemimpinannya.
5. Proyek Ambisius Jelang Asian Games 2018
Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang menjadi momen kebanggaan sekaligus kontroversi. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan Jakabaring Sport City dan berbagai infrastruktur pendukung dikebut dalam waktu relatif singkat.
Sebagian pihak memuji percepatan pembangunan tersebut sebagai lompatan besar bagi Sumatera Selatan. Kota Palembang dinilai berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang internasional.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Namun di sisi lain, muncul kritik terkait besarnya anggaran, prioritas pembangunan, serta tata kelola proyek-proyek tersebut.
6. Dinamika Politik Internal Sumsel
Selama dua periode kepemimpinannya (2008–2018), Alex Noerdin dikenal sebagai figur kuat dalam peta politik Sumatera Selatan. Gaya kepemimpinannya yang membuat kebijakan-kebijakannya tidak selalu diterima semua pihak.
Hubungan politik dengan elite daerah dan dinamika internal pemerintahan kerap menjadi sorotan. Kebijakan strategis yang diambil sering kali memicu pro dan kontra, baik di kalangan legislatif maupun masyarakat sipil.
Kontroversi politik ini mempertegas posisinya sebagai tokoh dominan yang tak lepas dari kritik.
7. Persepsi Publik yang Terbelah
Berita Terkait
-
Profil Lengkap Alex Noerdin: Dari Panggung Pembangunan, Proses Hukum, hingga Wafat di Usia 74 Tahun
-
Jenazah Alex Noerdin Segera Dibawa ke Palembang, Kebun Bunga Jadi Lokasi Pemakaman
-
Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Terdakwa Korupsi Alex Noerdin Jalani Perawatan Intensif
-
Klaim Tidak Ada Kerugian Negara dari Tim Hukum Alex Tuai Sorotan di Sidang Korupsi Pasar Cinde
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional