- PTBA meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 kategori BUMN Sumsel dengan nilai tinggi 94,84.
- Penghargaan diserahkan pada Jumat (13/2/2026) di Griya Agung atas komitmen transparansi perusahaan.
- Penilaian ketat ini mengevaluasi 312 badan publik mencakup aspek kelembagaan dan kualitas informasi publik.
SuaraSumsel.id - Komitmen terhadap transparansi kembali mengantarkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraih prestasi membanggakan. Perusahaan energi nasional ini berhasil menyabet Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 kategori BUMN dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai tinggi, yakni 94,84. Skor tersebut menempatkan PTBA dalam kualifikasi terbaik pada sistem evaluasi keterbukaan informasi publik tahun ini.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi PTBA dalam menerapkan prinsip keterbukaan sebagaimana diamanatkan dalam regulasi, sekaligus bukti keseriusan perusahaan dalam menyediakan informasi yang akurat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Apresiasi itu diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Griya Agung, Jumat (13/2/2026).
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya keterbukaan informasi bagi setiap badan publik.
“Saya ingin menyampaikan pesan yang tegas dan jelas. Tidak boleh ada badan publik yang alergi terhadap keterbukaan informasi. Tidak boleh ada pejabat yang menjadikan informasi sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai hak rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan, Joemarthine Chandra, menjelaskan bahwa penghargaan tahun ini merupakan hasil evaluasi ketat terhadap 312 badan publik sejak Februari 2025. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek kelembagaan PPID, kualitas Daftar Informasi Publik (DIP), pelayanan permohonan informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
“Penghargaan ini merupakan wujud komitmen PT Bukit Asam dalam menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kami meyakini bahwa keterbukaan informasi merupakan pondasi penting dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan serta mendukung keberlanjutan perusahaan,” ungkapnya.
Sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan, PTBA juga terus mengembangkan sistem layanan informasi berbasis digital. Publik kini dapat dengan mudah mengakses laporan tahunan, laporan keberlanjutan, kinerja operasional, hingga program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui platform resmi perusahaan.
Baca Juga: 5 Fakta Penahanan 2 Direktur BUMN di Sumsel dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen
Capaian ini semakin menegaskan posisi PTBA sebagai BUMN yang tidak hanya fokus pada performa bisnis, tetapi juga menjunjung tinggi transparansi, integritas, dan pelayanan publik yang prima.
“Ke depan, PT Bukit Asam (Persero) Tbk akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik serta memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan,” tutup Eko.
Prestasi ini menjadi sinyal bahwa di tengah tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi, transparansi bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Penahanan 2 Direktur BUMN di Sumsel dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen
-
Bangun Komunikasi Kredibel, PTBA Borong Empat Penghargaan Public Relations Bergengsi
-
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum, Dorong Permukiman Lebih Layak dan Tertata
-
PTBA Gelar Seleksi Psikotes Bersama UT School, Targetkan Mekanik dan Operator Berkualitas
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?