- Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menyatakan kebakaran hutan menimbulkan efek berganda yang memperlambat ekonomi.
- Kabut asap akibat bencana tersebut meningkatkan gangguan pernapasan serta menambah beban biaya kesehatan masyarakat.
- Penurunan kualitas udara dan gangguan transportasi secara langsung menurunkan tingkat produktivitas para pekerja.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap dihitung dari luas area yang terbakar. Padahal, kerugiannya bisa jauh lebih panjang daripada sekadar berapa hektare lahan yang hangus. Ketika asap menyebar, aktivitas masyarakat ikut terganggu dan efeknya perlahan merembet ke berbagai sektor ekonomi.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan karhutla memiliki multiplier effect yang sering kali tidak langsung terlihat pada hari pertama. Gangguan kesehatan, aktivitas kerja dan sekolah hingga transportasi dapat berujung pada melemahnya kegiatan ekonomi masyarakat.
“Bencana mempunyai multiplier effect yang sering tidak terlihat pada hari pertama,” kata Fakhrul.
Menurut dia, ketika kebakaran terjadi, persoalannya tidak berhenti pada lahan yang terbakar. Asap yang muncul dapat menciptakan rangkaian gangguan baru yang kemudian menimbulkan biaya bagi masyarakat dan pemerintah.
Yang terbakar bukan cuma lahan
Bayangkan satu wilayah diselimuti kabut asap. Warga yang biasanya bekerja di luar rumah mulai mengurangi aktivitas. Anak-anak berpotensi mengalami gangguan kegiatan belajar. Orang yang mengalami gangguan pernapasan membutuhkan pengobatan.
Pada saat yang sama, transportasi bisa terganggu ketika jarak pandang turun.
Bagi dunia usaha, kondisi tersebut berarti aktivitas yang seharusnya berjalan normal dapat mengalami perlambatan. Fakhrul mengatakan dampak karhutla dapat menjalar ke kesehatan, sekolah, produktivitas pekerja, penerbangan dan transportasi, distribusi barang, perdagangan lokal hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dengan kata lain, api mungkin berada di lahan yang jauh dari pusat kota, tetapi dampak ekonominya dapat dirasakan jauh lebih luas.
Baca Juga: Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
Biaya kesehatan ikut naik
Salah satu dampak paling mudah terlihat adalah kesehatan. Kabut asap akibat karhutla dapat meningkatkan gangguan pernapasan dan pada akhirnya menambah biaya kesehatan masyarakat.
Beban tersebut bukan hanya berupa biaya berobat.
Ada biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan, biaya obat, waktu yang hilang karena harus merawat anggota keluarga hingga potensi hilangnya pendapatan ketika seseorang tidak dapat bekerja.
Di Palembang, misalnya, kualitas udara sebelumnya sempat masuk kategori sangat tidak sehat akibat asap karhutla yang terbawa dari sejumlah wilayah Sumatera Selatan. BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok yang memiliki gangguan pernapasan.
Ketika kondisi udara memburuk, masyarakat bukan hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga harus mengeluarkan biaya untuk mengurangi risiko tersebut.
Berita Terkait
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?