- Kebakaran lahan kelapa sawit PT Swadaya Bhakti NegaraMas terjadi di Desa Pulai Gading pada Jumat pagi.
- Laskar Merah Putih Muba mendesak pihak kepolisian menyelidiki sumber api serta potensi unsur pidana kelalaian perusahaan.
- Manajemen perusahaan dan kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab maupun hasil penyelidikan insiden tersebut.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kali ini, kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Swadaya Bhakti NegaraMas atau PT Indofood di Desa Pulai Gading, Kecamatan Bayung Lencir.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena hingga berita ini diterbitkan penyebab maupun sumber api belum dijelaskan secara resmi, sementara kondisi lahan yang terbakar berada di areal perkebunan perusahaan. Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Musi Banyuasin meminta kepolisian melakukan penyelidikan untuk memastikan bagaimana api muncul dan apakah terdapat unsur kelalaian atau tindak pidana.
Ketua LMP Muba, Satoto Waliun, meminta aparat tidak berhenti pada penanganan kebakaran di lapangan. Menurut dia, penyelidikan perlu dilakukan untuk mengetahui sumber api, penyebab kebakaran hingga pihak yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pidana.
“Penyidik perlu melihat dari mana sumber api, apakah ada aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan, apakah ditemukan alat atau bahan yang digunakan untuk membakar, apakah perusahaan memiliki SOP pencegahan kebakaran, serta bagaimana upaya pengendalian dan pemadaman dilakukan,” ujar Satoto.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 09.06 WIB. Lokasi kebakaran disebut berada di Blok L25, kawasan perkebunan kelapa sawit PT Swadaya Bhakti NegaraMas atau PT Indofood, Desa Pulai Gading, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin.
Video yang memperlihatkan kondisi kebakaran kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga dan pekerja lokal terlihat berupaya melakukan penanganan awal terhadap kebakaran.
Kondisi lapangan disebut cukup menyulitkan. Asap yang mengepul, tanah yang kering serta medan perkebunan menjadi tantangan dalam proses penanganan api.
Bukan hanya soal memadamkan api
Bagi LMP Muba, persoalan tidak berhenti setelah api berhasil dikendalikan. Organisasi tersebut meminta polisi menelusuri bagaimana kebakaran bermula.
Baca Juga: Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
Sebab, menurut Satoto, penyidik perlu memastikan apakah api berasal dari dalam areal perusahaan atau justru masuk dari luar.
Selain itu, pemeriksaan juga dinilai perlu mencakup kemungkinan adanya aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan, ketersediaan sarana pencegahan karhutla serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.
Pertanyaan tersebut penting karena penentuan penyebab kebakaran tidak bisa hanya berdasarkan dugaan atau kondisi lahan setelah api muncul.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kapolsek Bayung Lencir AKP Kosim juga belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai apakah kepolisian telah melakukan penyelidikan terhadap kebakaran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Swadaya Bhakti NegaraMas mengenai penyebab kebakaran maupun langkah penanganannya.
Berita Terkait
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Karhutla Sumsel Pecahkan Rekor 8 Tahun, Luas Terbakar Tembus 1.926 Hektare
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?