- BPBD Sumsel melaporkan peningkatan jumlah titik panas drastis dari 600 menjadi 1.742 titik pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Kualitas udara memburuk di Ogan Ilir dan Palembang, sedangkan jarak pandang di bandara menurun hingga 500 meter.
- BPBD Sumsel merespons situasi darurat tersebut dengan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca selama lima hari sejak Sabtu.
SuaraSumsel.id - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum menunjukkan tanda mereda. Setelah sehari sebelumnya tercatat 600 titik panas, jumlah hotspot di Sumsel kini melonjak menjadi 1.742 titik berdasarkan pemantauan satelit pada Minggu (23/8/2026).
Lonjakan tersebut bukan hanya soal angka di peta. Pada saat yang sama, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel ikut memburuk. Ogan Ilir mencatat ISPU parameter PM2,5 mencapai 365 atau kategori berbahaya, sementara Palembang berada di angka 195 atau kategori tidak sehat.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah hotspot pada Minggu meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan Sabtu (22/8/2026) yang berada di angka 600 titik.
“Jumlah titik hotspot hari ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan Sabtu, 22 Agustus, sebanyak 600 titik,” kata Sudirman.
Dari 600 menjadi 1.742 titik
Perubahannya terjadi sangat cepat. Pada Sabtu, 22 Agustus, BPBD Sumsel mencatat 600 hotspot yang tersebar di wilayah Sumsel. Data tersebut sebelumnya menjadi dasar penguatan operasi darat, udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Namun sehari kemudian, angka pemantauan satelit melonjak menjadi 1.742 hotspot. Artinya, angka hotspot bertambah lebih dari dua kali lipat dalam satu hari.
Meski demikian, BPBD mengingatkan bahwa hotspot tidak otomatis berarti titik kebakaran.
Kepala BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana sebelumnya menjelaskan hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan. Kondisi tersebut berbeda dengan fire spot yang menunjukkan lokasi kebakaran.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
“Hotspot belum tentu fire spot,” ujar Iqbal. Penjelasan ini penting agar angka 1.742 tidak serta-merta dibaca sebagai 1.742 lokasi kebakaran aktif.
Ogan Ilir paling mengkhawatirkan
Yang membuat perkembangan ini semakin serius adalah kondisi kualitas udara di sejumlah daerah. Data ISPU parameter PM2,5 yang dikutip BPBD menunjukkan Ogan Ilir berada pada angka 365, masuk kategori berbahaya.
Kemudian PALI berada di angka 201 atau sangat tidak sehat, Palembang 195 atau tidak sehat, sedangkan Musi Banyuasin mencapai 106, juga masuk kategori tidak sehat.
Kondisi ini menunjukkan persoalan karhutla mulai terasa tidak hanya di lokasi kebakaran, tetapi juga pada kualitas udara yang dihirup masyarakat.
Kabut asap yang semakin tebal juga membuat jarak pandang ikut terdampak.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?