- Realisasi belanja APBD Sumatera Selatan tahun 2025 mencapai 79,85 persen, melebihi rata-rata nasional 76,80 persen.
- Mendagri menekankan belanja daerah sebagai penggerak ekonomi guna meningkatkan peredaran uang dan daya beli masyarakat.
- Realisasi pendapatan APBD Sumsel 86,18 persen masih di bawah rata-rata nasional 89 persen, menunjukkan tantangan fiskal.
SuaraSumsel.id - Kinerja belanja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 2025 patut mendapat sorotan positif. Hingga akhir tahun, realisasi belanja APBD Sumsel tercatat mencapai 79,85 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 76,80 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Rabu (24/12/2025). Gubernur Sumsel Herman Deru mengikuti rakor tersebut dari Palembang bersama Sekretaris Daerah Edward Candra dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya kembali menegaskan pesan Presiden RI Prabowo Subianto agar pemerintah daerah tidak menahan belanja. Menurut Tito, belanja daerah harus dimaksimalkan agar mampu menjadi penggerak ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat.
“Belanja daerah harus menjadi motor penggerak ekonomi. Jika belanja bergerak, uang beredar di masyarakat dan konsumsi rumah tangga akan ikut meningkat,” ujar Tito.
Namun, di balik laju belanja yang relatif kencang, terdapat catatan penting pada sisi pendapatan. Berdasarkan data Kemendagri, rata-rata realisasi pendapatan APBD provinsi secara nasional telah mencapai 89 persen. Sementara itu, realisasi pendapatan Sumsel baru berada di angka 86,18 persen.
Selisih tersebut memang tidak terlalu besar, tetapi cukup menggambarkan tantangan fiskal yang masih dihadapi daerah. Belanja Sumsel melaju lebih cepat, sementara kemampuan menghimpun pendapatan belum sepenuhnya seimbang. Kondisi ini menuntut pengelolaan yang lebih cermat agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga.
Dalam rakor yang sama, Tito juga memaparkan gambaran besar APBN 2025 dengan total belanja negara sebesar Rp3.621,3 triliun. Dari jumlah itu, Rp919,9 triliun dialokasikan untuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa, sementara Rp2.701,4 triliun digunakan untuk belanja kementerian dan lembaga.
Kemendagri turut menyiapkan skema insentif dan penghargaan bagi pemerintah daerah yang berkinerja baik. Pada 2026 mendatang, dari total pagu anggaran Kemendagri sebesar Rp7,8 triliun, insentif daerah mencapai Rp1 triliun dan akan diberikan kepada 200 pemerintah daerah berprestasi.
Dengan capaian belanja yang sudah melampaui rata-rata nasional, Sumatera Selatan dinilai memiliki modal awal untuk masuk dalam radar daerah penerima insentif tersebut. Namun, optimalisasi pendapatan daerah akan menjadi faktor penentu apakah keunggulan belanja ini benar-benar berujung pada penguatan ekonomi dan fiskal Sumsel secara berkelanjutan.
Baca Juga: Promo Hello 2026 Bank Sumsel Babel Hadir! Warga Diajak Bertransaksi Digital Lebih Hemat
Tag
Berita Terkait
-
Promo Hello 2026 Bank Sumsel Babel Hadir! Warga Diajak Bertransaksi Digital Lebih Hemat
-
Belajar dari Ikan Betok dan Gabus dalam Lukisan: Saat Alam Kehilangan Aman
-
Bank Sumsel Babel Dampingi ASN Siapkan Masa Purna Tugas yang Sejahtera
-
Bank Sumsel Babel Dorong CSR Berkelanjutan lewat Pemberdayaan UMKM di Sembawa Color Run 2025
-
Logistik Sumsel Menggeliat, Pelindo Palembang Catat Lonjakan Arus Barang 2025
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi