- Banjir setinggi satu meter merendam 63 rumah di Desa Tanjung Dalam, Muara Enim, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
- Curah hujan tinggi pada Senin malam menyebabkan Sungai Lematang dan Lengi meluap, dampaknya 227 jiwa terdampak.
- Akses jalan penghubung desa sempat terputus; BPBD mengevakuasi warga menggunakan perahu karet dan siaga antisipasi susulan.
SuaraSumsel.id - Banjir besar merendam puluhan rumah warga di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Ketinggian air yang mencapai satu meter membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa petugas mengevakuasi penduduk menggunakan perahu karet.
Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (2/2) malam. Debit air Sungai Lematang dan Sungai Lengi yang meningkat tajam membuat keduanya meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 63 unit rumah warga terendam banjir. Total warga terdampak mencapai 227 jiwa,” kata Abdurrozieq saat dikonfirmasi di Muara Enim, Selasa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir membuat warga kesulitan beraktivitas. Sejumlah rumah terendam cukup dalam sehingga perabotan dan kebutuhan sehari-hari tidak bisa diselamatkan. Warga memilih bertahan di lokasi aman sambil menunggu air surut.
Tak hanya permukiman, banjir juga sempat memutus akses jalan penghubung Desa Tanjung Dalam menuju Desa Tohas. Genangan air setinggi satu meter membuat jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga distribusi dan mobilitas warga terhenti total.
“Akses jalan sempat putus total dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.
BPBD Muara Enim langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Dalam proses penyelamatan, Tim SAR menggunakan perahu karet guna mengangkut warga ke tempat yang lebih aman, sebagai langkah antisipasi jika ketinggian air kembali meningkat.
Saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, petugas masih disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Muara Enim masih cukup tinggi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan kerentanan wilayah bantaran sungai terhadap bencana banjir, terutama saat curah hujan ekstrem. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Tag
Berita Terkait
-
Banjir OKI Belum Aman, BPBD Sumsel Peringatkan Ancaman Susulan dan Imbau Warga Waspada
-
Sumsel Dikepung Bencana? Sepanjang 2025 Terjadi 284 Kejadian, Banjir Mendominasi
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi
-
Air Naik Saat Warga Terlelap, 7 Fakta Banjir Rendam Empat Desa di OKU Timur
-
Cek Fakta: Viral Anies Baswedan Sumbang Dana Rp300 Triliun untuk Bencana Sumatera, Benarkah?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sungai Lematang dan Lengi Meluap, Ratusan Warga Muara Enim Terdampak Banjir
-
BRI Gandeng BP Batam & Kemenkop: Akses Pembiayaan UMKM di Zona Perdagangan Bebas Makin Mudah
-
Program Klasterku Hidupku BRI Dorong Petani Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas
-
Perkuat Investasi Daerah, BRI Gandeng BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM
-
Pendaki Nekat Bisa Blacklist, Jalur Gunung Dempo Ditutup hingga 25 Maret 2026