Tasmalinda
Selasa, 03 Februari 2026 | 21:09 WIB
banjir di Muara Enim, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Banjir setinggi satu meter merendam 63 rumah di Desa Tanjung Dalam, Muara Enim, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
  • Curah hujan tinggi pada Senin malam menyebabkan Sungai Lematang dan Lengi meluap, dampaknya 227 jiwa terdampak.
  • Akses jalan penghubung desa sempat terputus; BPBD mengevakuasi warga menggunakan perahu karet dan siaga antisipasi susulan.

SuaraSumsel.id - Banjir besar merendam puluhan rumah warga di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Ketinggian air yang mencapai satu meter membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa petugas mengevakuasi penduduk menggunakan perahu karet.

Kepala BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (2/2) malam. Debit air Sungai Lematang dan Sungai Lengi yang meningkat tajam membuat keduanya meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 63 unit rumah warga terendam banjir. Total warga terdampak mencapai 227 jiwa,” kata Abdurrozieq saat dikonfirmasi di Muara Enim, Selasa.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir membuat warga kesulitan beraktivitas. Sejumlah rumah terendam cukup dalam sehingga perabotan dan kebutuhan sehari-hari tidak bisa diselamatkan. Warga memilih bertahan di lokasi aman sambil menunggu air surut.

Tak hanya permukiman, banjir juga sempat memutus akses jalan penghubung Desa Tanjung Dalam menuju Desa Tohas. Genangan air setinggi satu meter membuat jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga distribusi dan mobilitas warga terhenti total.

“Akses jalan sempat putus total dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

BPBD Muara Enim langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Dalam proses penyelamatan, Tim SAR menggunakan perahu karet guna mengangkut warga ke tempat yang lebih aman, sebagai langkah antisipasi jika ketinggian air kembali meningkat.

Saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, petugas masih disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Muara Enim masih cukup tinggi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan kerentanan wilayah bantaran sungai terhadap bencana banjir, terutama saat curah hujan ekstrem. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?

Load More