- Banjir di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, terjadi pada 8-14 Januari 2026 akibat curah hujan tinggi, merendam ribuan rumah.
- Penanganan darurat fokus pada keselamatan warga rentan dan distribusi logistik oleh BPBD Sumsel di Palembang, Kamis.
- Dampak banjir meluas merendam permukiman, pertanian, dan mengganggu akses jalan di kecamatan terdampak seperti Lempuing.
SuaraSumsel.id - Banjir yang merendam ribuan rumah warga di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Meski di sejumlah titik air mulai berangsur surut, ancaman banjir susulan dinilai masih mengintai, terutama jika curah hujan kembali meningkat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan penanganan darurat terus dilakukan dengan fokus pada keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar korban banjir.
“Saat ini prioritas kami adalah memastikan warga terdampak aman, terutama kelompok rentan, serta memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan baik,” kata Sudirman di Palembang, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Sumsel, banjir di OKI terjadi sejak 8 hingga 14 Januari 2026 akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai. Ribuan rumah terendam, ratusan keluarga mengungsi, dan aktivitas warga di sejumlah kecamatan lumpuh.
“Sebagian warga memang sudah mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur. Tapi kami tetap mengimbau agar waspada karena kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.
Sudirman menjelaskan, wilayah terdampak cukup luas, mencakup beberapa kecamatan seperti Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian dan mengganggu akses jalan antarwilayah.
“Dampaknya bukan hanya rumah warga, tetapi juga sawah, kebun, dan infrastruktur. Ini yang kami antisipasi karena berpengaruh langsung pada ekonomi masyarakat,” katanya.
BPBD Sumsel, lanjut Sudirman, terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten, TNI-Polri, serta instansi terkait untuk percepatan penanganan. Bantuan logistik berupa sembako, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan anak-anak telah disalurkan ke lokasi terdampak.
“Kami memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Di sisi lain, kami juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit air kembali,” tegasnya.
Baca Juga: Jejak Aliran Dana Narkotika Pengusaha OKI Haji Sutar Segera Dibongkar, Eksepsi Ditolak
Ia menambahkan, BPBD Sumsel meminta masyarakat di daerah rawan banjir untuk terus memantau informasi resmi dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Jangan memaksakan bertahan jika kondisi sudah tidak aman,” pungkas Sudirman.
Banjir di OKI kali ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman nyata di Sumatera Selatan. Di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut, harapan warga kini tertuju pada cuaca yang membaik dan penanganan cepat agar kehidupan bisa kembali normal.
Berita Terkait
-
Jejak Aliran Dana Narkotika Pengusaha OKI Haji Sutar Segera Dibongkar, Eksepsi Ditolak
-
Sumsel Dikepung Bencana? Sepanjang 2025 Terjadi 284 Kejadian, Banjir Mendominasi
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi
-
Air Naik Saat Warga Terlelap, 7 Fakta Banjir Rendam Empat Desa di OKU Timur
-
Listrik Tak Stabil, Produksi Tambak Udang OKI Menurun dan Ribuan Tenaga Kerja Terancam
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan
-
BRI: Literasi Keuangan Penting Sebelum Generasi Muda Punya Penghasilan
-
Melihat Gunung Erupsi, Jangan Panik, Ini Doa dan Sikap yang Dianjurkan dalam Islam