- Sebuah unggahan di TikTok pada 4 Desember 2025 mengklaim Anies Baswedan menyumbang dana Rp300 triliun untuk korban bencana Sumatera.
- Hasil cek fakta menunjukkan klaim sumbangan Rp300 triliun oleh Anies Baswedan tersebut adalah konten palsu dan tidak terbukti.
- Tidak ditemukan bukti resmi atau berita kredibel mengenai sumbangan dana pribadi Anies sebesar nominal fantastis tersebut.
SuaraSumsel.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah unggahan yang menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta sekaligus tokoh nasional Anies Baswedan telah menyumbangkan dana sebesar Rp300 triliun untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara.
Narasi ini tersebar luas di Facebook dan platform lain, lengkap dengan angka fantastis yang membuat banyak orang tertegun dan langsung berdiskusi panas di kolom komentar.
Akun Tiktok “Code_930” pada Kamis (4/12/2025) mengunggah video [arsip] disertai narasi :
“Anis sumbang dana 300 T diam-diam”
Hingga Rabu (24/12/2025) video tersebut telah dilihat lebih dari 1,9 juta kali, disukai 14 ribuan, dan menuai 28 ribuan komentar.
Namun sebelum Anda langsung percaya atau bahkan menyebarkannya ulang, penting untuk membaca dulu hasil cek fakta terbaru, karena klaim tersebut ternyata salah dan menyesatkan.
Unggahan itu memuat narasi yang seolah-olah merupakan pernyataan resmi atau laporan terbaru, bahwa Anies Baswedan telah menyumbangkan Rp300 triliun untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera. Angka tersebut kemudian banyak dibagikan ulang oleh netizen yang merasa tersentuh, tetapi sekaligus heran dengan jumlahnya yang sangat besar.
Unggahan juga disertai foto dan teks dramatis yang memperkuat kesan “kontribusi besar dari tokoh nasional”.
Tim pemeriksa fakta TurnBackHoax.ID / Mafindo melakukan penelusuran untuk memverifikasi klaim ini, dan hasilnya menunjukkan bahwa:
Baca Juga: Dari Sawah ke Pasar Lebih Luas, Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Dukung Usaha Naik Kelas
1. Tidak ada bukti bahwa Anies Baswedan menyumbangkan Rp300 triliun bagi korban bencana Sumatera.
2. Tidak ditemukan pernyataan resmi, rilis berita, atau pemberitaan kredibel yang memuat informasi semacam itu.
3. Jumlah Rp300 triliun bukanlah angka yang realistis atau pernah dianggarkan oleh individu atau pemerintah daerah untuk sumbangan pribadi — apalagi untuk penanganan bencana di luar kewenangan DKI Jakarta.
4. Fakta yang benar adalah bahwa Anies Baswedan pernah menyampaikan dukungan moral dan koordinasi bantuan logistik melalui jaringan kemanusiaan, tetapi tidak dalam bentuk sumbangan dana pribadi atau nominal sebesar itu.
Karena itu, klaim yang beredar termasuk dalam kategori konten palsu (fabricated content) yang menyesatkan publik.
Penyebaran informasi seperti ini bisa:
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Mahfud MD Minta KPK Curigai Kenaikan Harta Luhut Binsar Pandjaitan, Benarkah?
-
Ada Apa di Malam Tahun Baru di Palembang? Bukan Pesta, Warga Diajak Doa Bersama
-
Cek Fakta: Viral Luhut Ancam Korban Banjir Bandang Sumatera, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Ibu dan Anak Tewas Berpelukan Korban Banjir Sumatera, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Klaim 11 Negara Kirim Bantuan ke Korban Banjir Sumatera, Benarkah?
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?