- Jembatan gantung penghubung dua desa di OKU Selatan putus pada Rabu (28/1) pukul 22.00 WIB, menyebabkan sembilan warga terluka.
- Konstruksi jembatan yang lapuk tidak mampu menahan beban saat dilintasi beberapa warga secara bersamaan.
- Bupati OKU Selatan menjanjikan penanganan medis korban dan segera koordinasi untuk pembangunan kembali jembatan permanen.
SuaraSumsel.id - Malam yang seharusnya tenang berubah jadi mencekam di Ogan Komering Ulu Selatan. Jembatan gantung penghubung antardesa di Desa Campang Jaya, Kecamatan Kisam Ilir, putus mendadak pada Rabu (28/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, sembilan warga terjatuh dan mengalami luka berat.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas, menghubungkan Desa Campang Jaya dengan Desa Anugrah Kemu, Kecamatan Pulau Beringin. Saat insiden terjadi, jembatan dilintasi beberapa warga sekaligus. Tanpa tanda-tanda, konstruksi yang sudah lapuk termakan usia tak lagi mampu menahan beban.
Warga sekitar berhamburan memberi pertolongan. Suasana panik tak terhindarkan ketika korban dievakuasi dalam kondisi terluka. Sebagian korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan bergerak cepat. Bupati OKU Selatan Abusama memastikan penanganan medis maksimal bagi para korban sekaligus menyiapkan langkah darurat agar akses masyarakat tidak terputus terlalu lama.
“Pemkab OKU Selatan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat guna mempercepat penanganan, termasuk pembangunan kembali jembatan yang aman dan layak untuk warga,” ujar Abusama di Muaradua, Minggu.
Menurutnya, jembatan gantung itu sudah lama menjadi urat nadi mobilitas warga. Karena itu, ia memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan kajian teknis, menyiapkan penanganan sementara, serta menyusun rencana pembangunan jembatan permanen.
“Dalam waktu dekat harus ada tindakan, baik penanganan sementara maupun pembangunan jembatan permanen agar aktivitas masyarakat kembali normal,” tegasnya.
Di tengah proses pemulihan, pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi arahan petugas, serta menghindari area berbahaya. Keselamatan warga menjadi prioritas utama—baik dalam penanganan korban maupun pemulihan aktivitas masyarakat.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan infrastruktur desa yang menua dan kebutuhan percepatan peremajaan sarana penghubung agar tragedi serupa tak terulang.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Tag
Berita Terkait
-
Gran Fondo 2025 Resmi Digelar di Danau Ranau, Hadiah Ratusan Juta Menanti Juara
-
Jelang Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025, Herman Deru Ajak Warga OKU Selatan Sambut Pesepeda Dunia
-
Rasakan Sensasi Gowes di Tepi Danau Terindah! Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 Segera Dimulai
-
Viral Eks Sekwan DPRD OKU Selatan Digerebek Istri Bareng Wanita Lain di Kos-kosan
-
Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pemudik Terjun ke Jurang di OKU Selatan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota