- Seorang ibu menjual emas yang dikumpulkan sejak awal 2000-an dengan harga beli Rp41 juta.
- Transaksi penjualan emas tersebut terekam video dan viral di media sosial pada 28 Januari 2026.
- Nilai jual emas simpanan tersebut melonjak signifikan menjadi Rp927.000.000 setelah puluhan tahun.
SuaraSumsel.id - Sebuah video transaksi penjualan emas mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut dibagikan oleh pemilik sebuah toko emas pada 28 Januari 2026, memperlihatkan momen yang membuat banyak warganet terdiam: seorang ibu menjual emas simpanan yang telah ia kumpulkan sejak lebih dari dua dekade lalu.
Dalam rekaman itu, sang ibu tampak tenang saat satu per satu perhiasan emas lama dikeluarkan. Emas tersebut bukan baru dibeli, melainkan dikumpulkan sejak awal tahun 2000-an, ketika harga emas per gram masih berada di kisaran Rp100 ribuan.
Pemilik toko emas bahkan memperlihatkan surat pembelian lama sebagai bukti. Di dokumen itu tercatat tahun pembelian antara 2001 hingga 2006, masa ketika emas belum sepopuler sekarang sebagai instrumen investasi.
Saat pertama kali dibeli, total uang yang dikeluarkan sang ibu disebut hanya sekitar Rp41.000.000. Angka itu terasa besar pada masanya, namun jauh dari bayangan nilai yang akan didapat puluhan tahun kemudian.
Setelah dihitung menggunakan harga emas terkini, hasilnya mengejutkan. Nilai jual seluruh emas tersebut melonjak drastis hingga mencapai Rp927.000.000.
“Sekarang dijual Rp927 juta, cuannya Rp886 juta,” ujar pemilik toko emas dalam video tersebut, kalimat yang langsung memicu reaksi warganet.
Dalam video lanjutan, pemilik toko menjelaskan bahwa sang ibu memilih menerima pembayaran melalui transfer bank. Proses pengiriman dana dilakukan secara bertahap hingga total uang yang ditransfer mencapai lebih dari Rp920 juta.
Momen transaksi itu pun ditutup dengan ucapan selamat dari pemilik toko kepada sang ibu. Ia menegaskan kembali filosofi lama tentang emas yang kini terasa sangat relevan.
“Emas itu bukan bikin kita kaya, tapi bikin kita tidak jatuh miskin,” katanya.
Baca Juga: Mengulik Alasan PLN Masih Mengangkut Batu Bara Lewat Jalan Darat di Sumsel
Video tersebut tak hanya viral, tapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Kisah sang ibu menjadi pengingat bahwa kesabaran, disiplin, dan cara pandang jangka panjang bisa menghasilkan buah besar, meski dimulai dari langkah sederhana.
Di tengah gaya hidup serba cepat dan keinginan hasil instan, perjalanan puluhan tahun menyimpan emas ini seolah berbicara pelan namun tegas: kekayaan tidak selalu datang dari spekulasi, tapi dari konsistensi yang dijaga bertahun-tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Emas Hari Ini di Palembang Naik Rp1 Juta, Tembus Rp17,9 Juta per Suku
-
Harga Emas Nyaris Rp17 Juta per Suku, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Palembang
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
Harga Emas Hari Ini Melejit! Cek Angka Terbarunya, Waktunya Beli atau Jual?
-
5 Aplikasi Emas Digital Terbaik Tahun Ini untuk Investasi Biaya Rendah bagi Pemula
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?