-
Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 mencatat 1.600 peserta, melampaui target 1.500 peserta.
-
Event ini digelar pada 14–15 November 2025 di Danau Ranau, Ogan Komering Ulu Selatan.
-
Pemerintah Sumsel menyiapkan acara budaya dan festival untuk mendukung sport tourism daerah.
SuaraSumsel.id - Antusiasme peserta terhadap ajang Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) dan Festival Danau Ranau XXIV Tahun 2025 mencapai puncaknya. Hingga Rabu (5/11/2025), tercatat 1.600 peserta telah resmi mendaftar—melampaui target awal 1.500 peserta yang ditetapkan panitia.
Lonjakan peserta ini menjadi bukti bahwa event sport tourism unggulan Sumatera Selatan tersebut kian diminati, baik oleh pesepeda lokal maupun nasional.
Rapat pemantapan penyelenggaraan SRGF yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., memastikan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir. “Ini rapat terakhir sebelum pelaksanaan.
Tinggal hal-hal teknis di lapangan yang terus kita koordinasikan,” ujar Edward Candra.
Menurutnya, SRGF bukan sekadar ajang olahraga sepeda, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan sport tourism dan ekonomi kreatif daerah.
“Event ini punya efek ganda luar biasa. UMKM bergeliat, penginapan penuh, dan masyarakat ikut menikmati dampak ekonominya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 akan berlangsung pada 14–15 November 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Peserta akan menjajal rute indah di sekitar Danau Ranau, salah satu destinasi alam paling memesona di Sumatera Selatan. Pemandangan perbukitan hijau, udara sejuk, dan keramahan masyarakat setempat siap menyambut ribuan pesepeda dari berbagai daerah.
Selain kompetisi sepeda, pengunjung juga akan disuguhi kemeriahan Festival Danau Ranau XXIV, yang menampilkan seni tari, musik tradisional, kuliner khas, hingga pameran UMKM lokal dari 19 kecamatan. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Gala Dinner, pertunjukan budaya, dan stan kuliner khas Ranau yang disiapkan untuk memanjakan wisatawan.
Edward menegaskan, seluruh persiapan teknis—mulai dari rute, keamanan, layanan kesehatan, hingga kenyamanan penonton—telah disiapkan dengan matang. Pengalaman dari pelaksanaan tahun sebelumnya dijadikan acuan agar tahun ini berjalan lebih lancar dan berkesan.
Baca Juga: Harga Emas dan Ayam Naik, Tapi Inflasi Sumsel Tetap Aman di Tangan BI
“Kami ingin peserta merasa nyaman, masyarakat mendapat manfaat, dan Sumatera Selatan semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Sumatera Selatan. Bagi kamu yang belum mendaftar, panitia masih membuka kesempatan hingga kuota tambahan ditutup.
Nikmati pengalaman gowes di tepi danau terindah, udara sejuk, dan panorama eksotis Ranau, hanya di Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 — karena tahun ini, setiap kayuhan adalah bagian dari sejarah!
Edward Candra menambahkan bahwa dampak positif kegiatan ini sudah mulai terasa, terutama pada sektor UMKM, penginapan, hingga homestay yang kini telah penuh dipesan.
“Kita ingin kegiatan ini memberikan kesan mendalam. Peserta merasa nyaman, masyarakat merasakan manfaat, dan Sumsel mendapatkan citra positif. Karena itu semua persiapan harus dilakukan optimal,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk kesiapan rute, pengamanan penonton, hingga pelayanan kesehatan bagi peserta dan pengunjung.
“Berkaca dari pelaksanaan tahun sebelumnya, kita tahu apa yang perlu ditingkatkan. Rute harus jelas, penonton ditata agar tetap tertib, dan keselamatan peserta harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Emas dan Ayam Naik, Tapi Inflasi Sumsel Tetap Aman di Tangan BI
-
Rayakan HUT ke 68, Bank Sumsel Babel Hadirkan 5 Transformasi Lewat Semangat Change to Accelerate
-
HUT ke 68 Bank Sumsel Babel, Jajan Cuma Rp68 Pakai QRIS BSB Mobile
-
Daftar Tunggu Masih Panjang, Tapi Kuota Haji Sumsel 2026 Naik Jadi 5.895 Orang
-
5 Fakta Kinerja Tangguh Bank Sumsel Babel, Pertahankan Peringkat idA+ dari PEFINDO
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang