- Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan hingga Juli 2026 telah mencapai seluas 1.926,2 hektare.
- Ferdian Krisnanto menyatakan proses pemadaman terkendala akibat ketersediaan sumber air yang mulai menipis di lokasi kebakaran.
- Peningkatan luas area terbakar ini disebabkan oleh puncak musim kemarau dan hari tanpa hujan yang panjang.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menghadapi tantangan yang semakin berat memasuki puncak musim kemarau. Bukan hanya api yang terus menjadi ancaman, ketersediaan sumber air di lokasi kebakaran juga mulai menipis, sehingga proses pemadaman di lapangan semakin sulit.
Kondisi tersebut terjadi ketika luas karhutla Sumsel hingga Juli 2026 telah mencapai 1.926,2 hektare. Angka sementara tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2025 yang tercatat 1.382,4 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan hampir seluruh lokasi kebakaran mulai mengalami kesulitan mendapatkan sumber air akibat hari tanpa hujan yang semakin panjang. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama tim pemadam dalam menangani karhutla.
Persoalan sumber air menjadi semakin penting karena kondisi lahan terus mengering seiring panjangnya periode tanpa hujan. Ketika titik api muncul di lokasi yang jauh dari sumber air, tim pemadam harus menghadapi tantangan tambahan untuk membawa air menuju area kebakaran.
Kondisi lapangan tersebut membuat pemadaman tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan personel dalam mencapai lokasi. Ketersediaan air menjadi bagian penting untuk memastikan api dapat benar-benar dikendalikan.
Musim kemarau membuat kondisi lapangan berubah
Memasuki puncak musim kemarau, kondisi lahan di sejumlah wilayah Sumsel semakin kering. Bahan bakaran seperti semak dan vegetasi kering menjadi lebih mudah terbakar ketika terpapar panas dan tidak mendapatkan hujan dalam waktu lama.
Kondisi serupa juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di wilayah Sumsel sebelumnya. Ferdian menyebut berkurangnya sumber air akibat kemarau menjadi salah satu kendala tim pemadam, selain akses menuju lokasi kebakaran dan kondisi bahan bakaran yang melimpah.
Bagi tim Manggala Agni dan unsur pemadam lainnya, kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran harus dilakukan dengan strategi yang lebih cepat dan tepat, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
Data luas karhutla periode Januari-Juli 2026 menunjukkan total area terbakar di Sumsel mencapai 1.926,2 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.857,7 hektare merupakan lahan mineral dan 68,5 hektare lahan gambut.
Beberapa daerah mencatat luasan cukup besar. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tercatat mencapai 516 hektare, Banyuasin 274,4 hektare, Ogan Ilir 272,5 hektare, Ogan Komering Ilir 230,3 hektare dan Musi Banyuasin 228 hektare.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena data karhutla 2026 dalam dokumen tersebut masih berupa rekapitulasi. Namun, peningkatan luasan tersebut menjadi sinyal penting di tengah kondisi musim kemarau yang semakin kering.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Panas hingga 34 Derajat, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Karhutla di Sumsel
-
Temukan Titik Karhutla di Sumsel, Ekspedisi Hutan Merdeka Sudah Tempuh 900 Km
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?