pembangunan bioavtur yang merupakan investasi Jepang di Banyuasin, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
- Pabrik di Banyuasin, Sumsel, merupakan fasilitas bahan baku pengolah kelapa menjadi CCO, bukan kilang bioavtur siap pakai.
- Proyek senilai Rp310 miliar dengan investasi Jepang ini adalah pionir hilirisasi kelapa untuk energi penerbangan skala industri di Indonesia.
- Klaim sebagai pabrik bioavtur pertama di dunia tidak tepat, sebab fasilitas produksi SAF serupa telah beroperasi di negara lain.
Bagi Sumatera Selatan, khususnya Banyuasin, pembangunan pabrik ini membawa arti penting. Selain membuka peluang investasi dan lapangan kerja, proyek bioavtur juga memberi harapan baru bagi petani kelapa serta memperkuat posisi daerah dalam agenda energi terbarukan nasional.
Sehingga pabrik bioavtur di Banyuasin memang bukan yang pertama di dunia secara global. Namun, proyek ini tetap menjadi tonggak penting karena menghadirkan model hilirisasi kelapa untuk energi penerbangan yang belum banyak dikembangkan di Indonesia.
Dari Banyuasin, kelapa lokal kini berpeluang menjadi bagian dari solusi energi ramah lingkungan dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Jepang Garap Pabrik Bioavtur di Banyuasin, Ini 7 Fakta Investasi Rp310 Miliar
-
Jepang Tanam Investasi Rp310 Miliar, Pabrik Bioavtur Pertama Mulai Dibangun di Sumsel
-
7 Fakta Pabrik Bio Avtur di Banyuasin, Kelapa Lokal Bakal Jadi Bahan Bakar Pesawat
-
7 Fakta Viral ASN Musi Banyuasin Baru Dilantik Joget Sawer Pakai Seragam, Terancam Sanksi
-
Cerita 1.000 UMKM Banyuasin: Dapat Modal, Kini Usaha Naik Kelas Berkat Bank Sumsel Babel
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari