- Gubernur Herman Deru melakukan *groundbreaking* Pabrik Bahan Baku Bioavtur PT Green Power Palembang di Banyuasin, Selasa (20/1/2026).
- Pabrik bioavtur hasil kerja sama dengan Jepang ini merupakan yang pertama menggunakan bahan baku kelapa.
- Pabrik senilai Rp310 miliar ini menargetkan produksi 30.000 ton CCO per tahun, mulai beroperasi April 2027.
SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan kembali menorehkan sejarah penting dalam pengembangan energi baru terbarukan. Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus melakukan groundbreaking pembangunan Pabrik Bahan Baku Bioavtur PT Green Power Palembang di Kabupaten Banyuasin, Selasa (20/1/2026).
Pabrik bahan baku bioavtur PT Green Power Palembang ini menjadi yang pertama di dunia dan merupakan hasil kerja sama strategis dengan investor asal Jepang. Proyek tersebut menegaskan posisi Sumsel sebagai daerah yang serius mendorong transisi energi dari fosil menuju energi ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, hari ini kita hadir dalam sebuah acara yang tidak sederhana. Ini menandai komitmen Sumsel dalam mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi baru terbarukan,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Groundbreaking dilakukan secara resmi dengan dihadiri perwakilan perusahaan Jepang, sekaligus menandai dimulainya investasi besar di sektor energi hijau di Sumatera Selatan.
Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada PT Green Power yang telah memilih Sumsel, khususnya Kabupaten Banyuasin, sebagai lokasi industri hilirisasi kelapa untuk bahan baku bioavtur.
“Kami justru yang seharusnya berterima kasih karena Banyuasin dipercaya sebagai tempat produksi hilirisasi kelapa. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menjaga keberlanjutan pasokan kelapa melalui peremajaan tanaman dan perluasan lahan tanam.
“Bioavtur ini dibutuhkan oleh maskapai penerbangan dunia sebagai campuran bahan bakar pesawat. Artinya, kita harus siap dengan pasokan kelapa yang memadai dan berkelanjutan,” jelas Herman Deru.
Menurutnya, Banyuasin dipilih karena memiliki wilayah luas, ketersediaan bahan baku, serta masyarakat dengan etos kerja tinggi. Ia berharap PT Green Power dapat tumbuh dan berkelanjutan di Sumsel.
Baca Juga: Palembang Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Sumsel
Gubernur juga mendorong agar keberadaan pabrik bioavtur ini mampu memaksimalkan tenaga kerja lokal Sumsel, meskipun tenaga ahli dari Jepang turut dilibatkan.
“Jika ini terus berkembang, ke depan akan menarik investasi lain untuk masuk dan tumbuh di Sumsel,” tambahnya.
President Director Green Power Palembang, Emi Sekiya, menjelaskan bahwa pabrik ini akan memproduksi Coconut Crude Oil (CCO) sebagai bahan baku utama bioavtur untuk bahan bakar pesawat.
Pembangunan pabrik PT Green Power Palembang menelan investasi sebesar Rp310 miliar, berdiri di atas lahan seluas 3 hektare, dengan luas bangunan pabrik mencapai 9.500 meter persegi.
“Pabrik ini akan mempekerjakan sekitar 500 tenaga kerja, dengan target produksi 30.000 ton per tahun atau sekitar 100 ton per hari. Target operasional direncanakan mulai April 2027,” jelasnya.
Ketua Umum Indonesia Japan Business Network, Suyoto Rais, menyebut pembangunan pabrik bahan baku bioavtur ini sebagai tonggak penting kerja sama Indonesia–Jepang dan menjadi yang pertama di dunia.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Pabrik Bio Avtur di Banyuasin, Kelapa Lokal Bakal Jadi Bahan Bakar Pesawat
-
7 Fakta Viral ASN Musi Banyuasin Baru Dilantik Joget Sawer Pakai Seragam, Terancam Sanksi
-
Cerita 1.000 UMKM Banyuasin: Dapat Modal, Kini Usaha Naik Kelas Berkat Bank Sumsel Babel
-
Lengkap! Ini Peta Jalan Tol Trans-Sumatera di Sumsel 2025 & Daftar Gerbang Tolnya
-
Sudah 4 Daerah Terjerat Korupsi Dana PMI di Sumsel: Kok Bisa Dana Kemanusiaan Disalahgunakan?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Peduli Masyarakat Sungai Rebo, Salurkan PMT dan Edukasi Parenting
-
Rumah BUMN Bukit Asam Dorong Kreativitas Masyarakat lewat Pelatihan Lilin Aromatik Bernilai Usaha
-
Paket Pernikahan Ciatok di Wyndham Opi Hotel Palembang Mulai Rp4,8 Juta per Meja