-
Pemkab Banyuasin memfasilitasi pembangunan pabrik Bio Avtur berbasis kelapa di Desa Muara Sungsang.
-
Pabrik Bio Avtur akan mengolah kelapa lokal menjadi bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan.
-
Pembangunan pabrik ini diharapkan menyerap kelapa petani dan membuka lapangan kerja lokal.
SuaraSumsel.id - Pemerintah Kabupaten Banyuasin memfasilitasi rencana pembangunan pabrik Bio Avtur berbasis kelapa oleh PT Green Power di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Proyek ini menyita perhatian karena menjanjikan pemanfaatan kelapa lokal sebagai bahan bakar pesawat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Berikut 7 fakta penting tentang pabrik Bio Avtur di Banyuasin yang perlu diketahui publik:
1. Difasilitasi Langsung oleh Pemkab Banyuasin
Pemkab Banyuasin menyatakan kesiapan penuh mendukung pembangunan pabrik Bio Avtur. Dukungan mencakup koordinasi perizinan, persiapan teknis, hingga keberlangsungan proyek investasi energi terbarukan tersebut.
2. Dibangun di Desa Muara Sungsang
Pabrik Bio Avtur direncanakan berlokasi di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, kawasan pesisir yang dikenal sebagai salah satu sentra kelapa di Sumatera Selatan. Lokasi ini dinilai strategis untuk pasokan bahan baku.
3. Dikelola PT Green Power
Proyek ini digarap oleh PT Green Power, perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan. Perusahaan tersebut fokus mengembangkan pengolahan kelapa menjadi Bio Avtur, bahan bakar alternatif untuk pesawat terbang.
4. Kelapa Diolah dari Daging hingga Batok
Baca Juga: Kredit UMKM Sumsel Capai Rp41,3 Triliun, OJK Ungkap 7 Indikator Penguatan Ekonomi Daerah
Seluruh bagian kelapa akan dimanfaatkan. Daging kelapa diolah menjadi campuran Bio Avtur, sementara batok kelapa diproses menjadi arang. Skema ini dirancang untuk memaksimalkan nilai tambah komoditas lokal.
5. Bio Avtur Telah Tersertifikasi Penerbangan Internasional
Menurut Pemkab Banyuasin, Bio Avtur yang akan diproduksi telah memiliki sertifikasi asosiasi penerbangan internasional, sehingga memenuhi standar keselamatan dan kualitas untuk bahan bakar pesawat.
6. Dukung Kemandirian Energi dan Lingkungan
Pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Banyuasin dan Pemprov Sumsel dalam mendorong kemandirian energi nasional serta pengembangan energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.
7. Serap Kelapa Petani dan Tenaga Kerja Lokal
Tag
Berita Terkait
-
Kredit UMKM Sumsel Capai Rp41,3 Triliun, OJK Ungkap 7 Indikator Penguatan Ekonomi Daerah
-
Pertamina Adera Field Temukan Sumur Minyak Baru, Peran Sumsel Kembali Jadi Sorotan
-
7 Fakta Viral ASN Musi Banyuasin Baru Dilantik Joget Sawer Pakai Seragam, Terancam Sanksi
-
Cerita 1.000 UMKM Banyuasin: Dapat Modal, Kini Usaha Naik Kelas Berkat Bank Sumsel Babel
-
Belanja APBD Sumsel Lebih Kencang dari Nasional tapi Kenapa Pendapatan Masih Tertinggal?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari