bundaran air mancur Palembang yang juga dikenal sebagai titik nol kota ini.
Baca 10 detik
- Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang diperdebatkan karena mengintervensi ruang simbolik "Titik Nol" kota.
- Desain baru dengan elemen digital dianggap kurang kontekstual dengan identitas sejarah dan berada di sumbu Masjid Agung.
- Pemerintah tetap menargetkan proyek tersebut menjadi ikon modern, meskipun kritik menyoroti etika ruang publik dekat masjid.
Kritik bukan hanya soal bentuk, tetapi juga etika penggunaan ruang publik yang kini disandingkan dengan elemen-elemen komersial dan digital di kawasan dekat masjid utama—yang bagi sebagian warga punya nilai sakral.
Perdebatan ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana suatu ruang publik bisa mencerminkan identitas kota tanpa mereduksi nilai historis dan simboliknya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji
-
Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim